Hadapi Ancaman Karhutla saat Kemarau, Perhutani Purwodadi Siagakan Pos Jaga
- 03 Jun 2026 10:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Grobogan – Perhutani KPH Purwodadi memperketat pengawasan kawasan hutan untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan monitoring lapangan serta pengecekan kesiapan personel dan fasilitas pengamanan di sejumlah pos jaga hutan.
Upaya penguatan pengawasan dilakukan dengan meninjau langsung pos-pos penjagaan yang berada di wilayah kerja Perhutani. Salah satunya melalui monitoring di Pos 9 RPH Anggil-Anggil BKPH Tumpuk yang dipimpin Wakil Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Henry Kristiawan, Selasa, 2 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Perhutani melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana pengamanan, pola patroli, hingga berbagai kendala yang dihadapi petugas di lapangan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh sistem pengamanan berjalan optimal menghadapi potensi gangguan selama musim kemarau.
Henry mengatakan pos jaga memiliki peran penting dalam mendukung pengamanan kawasan hutan. Karena itu, seluruh petugas diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman, termasuk kebakaran hutan, pencurian kayu, dan perambahan kawasan.
"Keamanan hutan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara konsisten. Melalui kegiatan penjagaan dan monitoring di Pos 9 RPH Anggil-Anggil ini, kami ingin memastikan seluruh petugas selalu siap siaga dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan hutan," ujarnya.
Menurut Henry, keberhasilan menjaga kawasan hutan tidak dapat dilakukan Perhutani sendiri. "Sinergi dengan masyarakat sekitar hutan juga perlu terus diperkuat karena keberhasilan pengamanan hutan tidak dapat dilakukan sendiri oleh Perhutani," katanya.
Sementara itu, Kepala BKPH Tumpuk, Sudaryono, menjelaskan pengawasan di wilayah kerjanya dilakukan secara rutin melalui patroli dan penjagaan yang terjadwal. Langkah preventif tersebut ditujukan untuk mencegah berbagai bentuk gangguan keamanan hutan sejak dini.
Ia menyebut pengawasan difokuskan pada sejumlah kerawanan yang kerap muncul di kawasan hutan. Mulai dari pencurian kayu, perambahan lahan, perburuan liar, hingga potensi kebakaran saat musim kemarau.
Melalui penguatan pengawasan dan kesiapsiagaan personel di lapangan, Perhutani KPH Purwodadi berharap risiko gangguan keamanan hutan maupun kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen menjaga kelestarian hutan agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....