Simulasi Penanganan Karhutla, Perhutani-Polres Grobogan Perkuat Kesiapsiagaan
- 06 Agt 2026 11:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Grobogan – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan(KPH) Purwodadi bersama Polres Grobogan menggelar simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi musim kemarau. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan teknis sekaligus koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan.
Simulasi berlangsung di Petak 114A Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jangglengan, BKPH Jatipohon, Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan Polisi Kehutanan (Polhut) Perhutani KPH Purwodadi dan personel Satuan Samapta Polres Grobogan.
Wakil Administratur KPH Purwodadi, Henry Kristiawan, mengatakan latihan tersebut penting untuk memastikan seluruh personel siap merespons potensi kebakaran hutan yang biasanya meningkat saat musim kemarau. "Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam mengurangi risiko kebakaran hutan,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis, 6 Agustus 2026.
“Oleh karena itu, kesiapan personel harus terus ditingkatkan melalui latihan dan simulasi secara berkala. Sinergi antara Perhutani dan Polres Grobogan menjadi kekuatan penting agar apabila terjadi kebakaran, penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga dampaknya dapat diminimalkan," ucap Henry.
Menurut Henry, selain meningkatkan kemampuan personel, Perhutani juga terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan. Selain itu, juga memastikan seluruh sarana dan prasarana pemadaman selalu dalam kondisi siap digunakan.
Kasat Samapta Polres Grobogan, AKP Chandra Bayu Septi, menilai simulasi tersebut menjadi sarana untuk menyamakan prosedur penanganan sekaligus memperkuat koordinasi antara Perhutani dan kepolisian. Menurutnya, kecepatan respons sangat menentukan keberhasilan penanganan kebakaran hutan.
"Simulasi ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kemampuan personel, dan memperkuat koordinasi lintas instansi. Penanganan kebakaran hutan membutuhkan kerja sama yang solid karena kecepatan respons sangat menentukan keberhasilan pemadaman, kami siap mendukung Perhutani dalam menjaga kawasan hutan," ungkapnya.
Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan prosedur penanganan awal kebakaran menggunakan berbagai peralatan pemadam sederhana seperti gepyok, garuk, dan ranting pohon. Personel juga berlatih mengisolasi titik api, membagi tugas di lapangan, hingga melakukan prosedur pelaporan dan koordinasi apabila kebakaran memerlukan penanganan lebih lanjut.
Melalui latihan bersama tersebut, Perhutani KPH Purwodadi dan Polres Grobogan berharap kemampuan personel dalam menghadapi karhutla semakin meningkat. Penguatan sinergi dan kesiapsiagaan diharapkan mampu mempercepat respons terhadap potensi kebakaran sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....