Sehari Menjelang Waisak, Umat dan Dewan Sangha Sakralkan Air Suci di Candi Mendut

  • 31 Mei 2026 00:10 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • erayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era/ 2026
  • Perwakilan Umat Buddha Indonesia ( Walubi)
  • Umbul Jumprit
  • Candi Borobudur
  • Candi Mendut,

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang: Satu hari menjelang perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era/ 2026, umat dan para Dewan Bhikkhu Sangha dari Perwakilan Umat Buddha Indonesia ( Walubi) melakukan penyakralan dan pemyemayaman air suci Waisak. Penyakralan dan penyemayaman air suci Waisak tersebut di Candi Mendut, Sabtu, 30 Mei 2026.

Sebelumnya, air suci Waisak yang diambil dari Umbul Jumprit di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung tiba di Candi Mendut pukul 15.30 WIB. Air suci yang dimasukkan ke dalam 21 kendi tersebut, kemudian didoakan dan disakralkan oleh 14 Dewan Sangha Majelis Buddha yang ada di Walubi.

‎‎Sekretaris Jenderal DPP Walubi, Bhikkhu Kamsai Shumano Mahatera mengatakan, air mempunyai makna yang sangat mendalam dalam ajaran Buddha. Air suci menjadi simbol cinta kasih, welas asih, dan kedamaian yang mengalir kepada seluruh makhluk.

‎Menurutnya, air mengalir ke dalam metta( cinta universal), yakni cinta kasih dan kasih sayang kepada seluruh mahkluk hidup kita semua. Selain itu, air suci itu merupakan upama dari kesucian Buddha yang mengalir kepada manusia yang membutuhkan cinta kasih, kasih sayang, dan welas asih dari Tuhan.

Ia menambahkan, sifat air yang selalu mengalir menggambarkan kedamaian sekaligus kebersihan, baik secara lahir maupun batin. Di dalam dhamma a ada air metta,air cinta kasih dan kasih sayang yang membuat semua makhluk berbahagia.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, rangkaian perayaan Waisak di kawasan Candi Mendut dan Candi Borobudur, tidak hanya menjadi sarana ibadah umat Buddha, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. “Rangkaian Waisak ini memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, mulai dari perhotelan, homestay, rumah makan, dan kedai kopi dan lainnya,” kata Irene.

Ia juga mengatakan, tingginya kunjungan wisatawan dan umat yang datang ke Candi Borobudur pada momentum Waisak ini, menjadikan hotel dan home stay penuh. Tingginya okupansi hotel saat Waisak merupakan tantangan yang menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk hadir dalam perayaan tersebut.

Ia juga mengaku, sempat mengalami kesulitan mendapatkan penginapan di sekitar Candi Borobudur pada perayaan Waisak tahun lalu. Untuk mengantisipasi hal tersebut terulang, pada tahun ini dirinta memesan kamar hotel sejak satu tahun lalu. ( wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....