Korban Tanah Gerak Tegal Segera Dapat Lahan Hunian Tetap
- 28 Mei 2026 14:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Harapan korban bencana tanah gerak di Kabupaten Tegal untuk memiliki tempat tinggal permanen mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Tegal kini menyiapkan lahan hunian tetap (huntap) bagi warga yang saat ini masih tinggal di hunian sementara (huntara).
Kabar tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat mengunjungi penghuni huntara di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, Rabu, 27 Mei 2026. Penyiapan huntap disebut menjadi tahapan lanjutan setelah kebutuhan tempat tinggal sementara warga terpenuhi.
“Huntap nanti setelah huntara, lagi disiapkan lahannya. Kalau sudah huntap itu kan hak milik rumah dan tanah jadi punya warga,” kata Ahmad Luthfi.
Menurut Luthfi, pemerintah ingin memastikan warga terdampak bencana memperoleh fasilitas yang layak sejak tinggal di huntara hingga nantinya menempati huntap. Kehadiran pemerintah, kata dia, menjadi bentuk tanggung jawab dalam penanganan pascabencana alam.
Sebagai bagian dari kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi juga mengecek langsung kondisi huntara untuk memastikan pelayanan kepada warga berjalan baik. Ia menegaskan, evaluasi dilakukan agar tidak ada keluhan yang menghambat kenyamanan masyarakat selama tinggal sementara.
“Kami lakukan pengecekan dari huntara ini. Memastikan bahwa tidak ada komplain dari masyarakat,” ujarnya.
Huntara di Desa Capar saat ini ditempati warga terdampak tanah gerak Desa Padasari yang terjadi pada Februari 2026 lalu. Bencana tersebut menyebabkan sekitar 900 rumah warga mengalami kerusakan sehingga membutuhkan percepatan penanganan hunian.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Tegal dan pemerintah pusat telah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi melalui pembangunan rumah modular. Huntara dibangun di atas tanah bengkok Desa Capar seluas 47 ribu meter persegi dengan tahap pertama sebanyak 456 unit telah selesai dibangun.
Berbagai fasilitas penunjang juga telah disediakan di kawasan huntara untuk mendukung kenyamanan warga. Mulai dari listrik, air bersih, masjid, fasilitas olahraga, balai warga, pos kesehatan, taman bermain anak, hingga dapur dan toilet di setiap modul hunian.
“Nanti kekurangannya akan ditambah, Bupati Tegal sudah menyiapkan lahan. Artinya ini negara hadir dalam rangka representasi bencana alam,” kata Luthfi.
Di sela kunjungan, Ahmad Luthfi juga menyempatkan berbincang dengan penghuni huntara, termasuk Wasitoh, warga yang tinggal di blok H5.1. Perempuan itu mengaku bersyukur telah mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak dengan fasilitas yang memadai.
Selain digunakan untuk tempat tinggal, huntara yang ditempatinya juga dimanfaatkan Wasitoh untuk berjualan. Ia berharap proses pembangunan huntap dapat segera terealisasi agar memiliki rumah permanen bersama keluarganya.
“Bersyukur sekali, terima kasih kepada pemerintah, bersyukur sudah diberikan semua fasilitas ini. Senang juga bisa bertemu Pak Gubernur,” ujar Wasitoh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....