Kawal Stabilitas Lereng Gombel Lama, Distaru Terapkan Pengawasan Geoteknik

  • 04 Jun 2026 13:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang menerapkan pengawasan geoteknik secara ketat untuk menjaga stabilitas lereng di kawasan Gombel Lama. Pengawasan tersebut dilakukan seiring berlangsungnya proyek perbaikan Jalan Gombel Lama dan proses pematangan lahan pada lokasi rencana pembangunan kawasan komersial Pakuwon.

Upaya tersebut ditinjau langsung oleh Distaru Kota Semarang bersama Tim Profesi Ahli Bangunan Gedung yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Bambang Setioko dan Dr. T. Ir. Herry Ludiro Wahyono melalui inspeksi lapangan pada Rabu, 3 Juni 2026.

Kepala Distaru Kota Semarang, Ferry Kuntoaji, menjelaskan saat ini terdapat dua aktivitas yang berlangsung secara bersamaan di kawasan tersebut. Pertama adalah proyek perbaikan Jalan Gombel Lama yang merupakan jalan nasional dan dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta.

Sementara itu, di sisi barat Jalan Gombel Lama tengah dilakukan pematangan lahan untuk rencana pembangunan kawasan komersial Pakuwon. Tahapan yang berjalan saat ini masih difokuskan pada penguatan stabilitas tanah dan pengamanan lereng.

Menurut Ferry, kawasan Gombel Lama telah dipantau secara intensif selama dua tahun terakhir melalui pemasangan sensor inclinometer dan piezometer pada 20 titik pemantauan. Perangkat tersebut berfungsi mendeteksi pergerakan tanah, mengukur muka air tanah, serta memantau tekanan fluida di dalam lapisan tanah.

"Sensor monitoring ini dipantau dan dianalisis secara ketat secara periodik dengan interval waktu setiap dua minggu sekali, sehingga deformasi sekecil apa pun pada lapisan tanah terdalam dapat langsung terdeteksi dan diantisipasi sejak dini sebelum memicu pergerakan yang lebih masif. Jadi yang sekarang dilaksanakan itu adalah proses pematangan lahan bukan proses pembangunan mal," ujar Ferry, Kamis, 4 Juni 2026.

Ia menegaskan pengawasan geoteknik dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas di kawasan tersebut berjalan sesuai rekomendasi teknis dan tidak menimbulkan risiko terhadap lingkungan sekitar. Hasil pemantauan menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi apabila ditemukan indikasi pergerakan tanah.

Prof. Dr. Ir. Bambang Setioko mengatakan potensi pergerakan tanah dapat dikendalikan melalui pemenuhan berbagai persyaratan teknis. Salah satunya adalah penerapan metode boring dalam proses pematangan lahan yang dinilai lebih aman dan minim dampak terhadap lingkungan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengantisipasi kekhawatiran masyarakat terkait potensi longsor maupun pergerakan tanah di kawasan Gombel. Selain meningkatkan keamanan lereng, proyek tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi Kota Semarang.

"Adanya rencana Pakuwon Mall ini harapan kita bersama Kota Semarang sangat diuntungkan, tidak hanya investasi terjadi namun juga terciptanya kesempatan kerja untuk masyarakat di sekitarnya," katanya.

Sementara itu, Dr. T. Ir. Herry Ludiro Wahyono menjelaskan hasil kajian geoteknik selama dua tahun menunjukkan perlunya sistem pengamanan lereng yang kuat. Untuk itu, diterapkan dinding penahan tanah berlapis menggunakan metode borpile hingga kedalaman 35–40 meter dengan diameter 1 hingga 1,2 meter.

"Dari hasil pengamatan tersebut didapati bahwa risiko pergerakan tanah terjadi pada saat hujan di mana air masuk ke dalam tanah bertemu dengan lapisan clay shale. Yang mana sifat fisiknya rentan terhadap air dan memicu terjadinya pergerakan tanah sehingga pada area ini tidak disarankan meresapkan air ke dalam tanah," ujarnya.

Ia juga memastikan aktivitas alat berat yang saat ini berlangsung tidak menimbulkan getaran yang berisiko terhadap kestabilan lereng. Seluruh pekerjaan masih berada pada tahap pemasangan struktur pengaman lereng sebagai bagian dari proses pematangan lahan.

"Seluruh rangkaian pengerjaan alat berat yang terpantau di area perbukitan tersebut murni merupakan aktivitas teknis penyiapan lahan. Guna menanamkan struktur soldier pile," katanya.

Melalui pengawasan geoteknik yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Semarang berharap stabilitas lereng Gombel Lama tetap terjaga. Selain mendukung keselamatan lingkungan, langkah tersebut juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan kawasan yang aman dan berkelanjutan di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....