PDAM Purworejo Siapkan Mitigasi Kekeringan Jelang Puncak Kemarau 2026

  • 28 Mei 2026 04:21 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo – PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo menyiapkan langkah mitigasi kekeringan menjelang puncak musim kemarau 2026. Antisipasi dilakukan lebih awal untuk menjaga layanan air bersih tetap berjalan saat kebutuhan masyarakat meningkat.

Direktur PDAM Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo, mengatakan sejumlah strategi telah disiapkan menghadapi potensi kekeringan. Langkah tersebut mencakup peningkatan produksi, revitalisasi jaringan distribusi, dan penguatan suplai lintas kabupaten.

“Menjelang Iduladha dan musim kemarau, kami memperbanyak produksi air. Mengganti pompa, memperbaiki perpipaan, serta mengoptimalkan distribusi agar pelayanan tetap maksimal,” kata Hermawan, Rabu, 27 Mei 2026.

PDAM juga mengaktifkan kembali reservoir Simbarjoyo yang sebelumnya tidak berfungsi optimal. Fasilitas itu diprioritaskan untuk mendukung pasokan air di wilayah perkotaan Purworejo.

Kawasan niaga menjadi perhatian karena selama ini masih bergantung pada sumur bor. Optimalisasi reservoir diharapkan mengurangi tekanan penggunaan air tanah di wilayah padat.

Di Bendung Boro, kapasitas pompa turut ditingkatkan agar mampu melayani tiga kecamatan sekaligus. Wilayah tersebut meliputi Purwodadi, Purworejo, dan Banyuurip.

Banyuurip menjadi salah satu prioritas layanan selama musim kemarau tahun ini. Hal itu menyusul mulai menurunnya debit air sumur milik warga.

Pada jalur distribusi, PDAM melakukan pembenahan teknis di wilayah Tuksongo. Perbaikan mencakup inverter, asesoris jaringan, hingga penggantian valve.

Langkah itu dilakukan untuk meminimalkan kebocoran dan gangguan distribusi saat beban pemakaian meningkat. Peremajaan jaringan juga diharapkan meningkatkan keandalan layanan air bersih.

Untuk wilayah selatan yang kerap terdampak kekeringan, PDAM memperkuat kerja sama dengan PAM Regional Jembangan, Kebumen. Saat ini, suplai 50 liter per detik dari Spam Regional Keburejo membantu wilayah Kemiri, Pituruh, dan Kutoarjo.

Sementara itu, wilayah Grabag dan Butuh memperoleh pasokan langsung dari Jembangan. PDAM juga menyiapkan ekspansi jaringan pipa ke sejumlah daerah rawan kekeringan.

Wilayah yang masuk rencana pengembangan meliputi Grabag, Bojong, Rowodadi, hingga Harjobinangun. Langkah ini ditargetkan menjadi solusi permanen dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Sebagai langkah darurat, tiga armada tangki air bersih disiagakan untuk kebutuhan mendesak. Bantuan air bersubsidi dapat diajukan masyarakat melalui BPBD Purworejo.

Untuk pembelian mandiri, tarif subsidi ditetapkan Rp300 ribu hingga Rp350 ribu per tangki berkapasitas 4.000 liter. PDAM juga menyediakan layanan air nonkaporit untuk pengisian kolam dan akuarium.

Hermawan mengimbau masyarakat menggunakan air secara efisien selama musim kemarau. “Kalau ada kebocoran atau gangguan distribusi, segera lapor ke petugas PDAM agar bisa cepat ditangani,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....