Pariwisata dan Ekonomi Syariah Andalan Baru Pertumbuhan Ekonomi Jateng 2027

  • 27 Mei 2026 12:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pariwisata dan ekonomi syariah menjadi andalan baru pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 2027. Targetnya, pemerintah dapat mengejar target pertumbuhan ekonomi Jateng di kisaran 6 hingga 7,4 persen.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah Jawa Tengah mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,89 persen pada triwulan I 2026. "Kalau bisa kita tingkatkan lagi,” ujar Ahmad Luthfi di sela Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut Luthfi, penguatan sektor baru itu tidak akan menggeser prioritas pembangunan lain yang telah berjalan. Ketahanan pangan dan peningkatan investasi tetap menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi daerah.

Adapun selama ini sektor pariwisata menopang pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, terutama dari sektor akomodasi dan makan minum. Penyediaan akomodasi dan makan minum bahkan tumbuh hingga 10,60 persen, menandakan tingginya aktivitas ekonomi berbasis wisata.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah juga menunjukkan tren terus meningkat. Dari 3,29 persen pada 2022, kontribusi itu naik menjadi 3,40 persen pada 2023, meningkat lagi menjadi 3,56 persen pada 2024, dan mencapai 3,74 persen pada 2025.

Peningkatan juga terlihat dari jumlah wisatawan yang datang ke Jawa Tengah. Dalam rentang 2022 hingga 2025, jumlah kunjungan melonjak dari 46,6 juta menjadi 74,4 juta wisatawan atau tumbuh hampir 60 persen.

Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 juga menetapkan target kunjungan wisatawan untuk wilayah eks Karesidenan Pati atau Jekuti-Banglor, meliputi Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora. Kabupaten Kudus dipatok menjadi daerah dengan target kunjungan tertinggi, yakni sekitar 3,7 juta wisatawan.

Kabupaten Rembang membidik hampir 3 juta kunjungan wisatawan, disusul Jepara sekitar 2,4 juta wisatawan. Sementara Kabupaten Blora dan Pati masing-masing menargetkan sekitar 1,2 juta dan 1,1 juta kunjungan wisatawan.

Selain mengejar angka kunjungan, pengembangan desa wisata juga menjadi fokus pembangunan daerah. Kudus, Pati, Rembang, dan Blora masing-masing menargetkan pembentukan 30 desa wisata baru, sedangkan Jepara menargetkan tiga desa wisata.

Pengembangan desa wisata dinilai penting untuk memperluas manfaat ekonomi hingga tingkat masyarakat. Skema ini diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru berbasis potensi lokal sekaligus membuka peluang usaha di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....