Gelar OASE, BI Jateng Bidik Jutaan Santri Jadi Penggerak Ekonomi Syariah
- 28 Jul 2026 14:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah memperkuat pengembangan ekonomi syariah melalui Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Fadhlul Fadlan, Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk mengoptimalkan potensi ribuan pesantren dan jutaan santri sebagai penggerak ekonomi halal yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Noor Nugroho, mengatakan OASE 2026 merupakan transformasi dari Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) yang sebelumnya berfokus pada kalangan pesantren. Melalui format baru tersebut, BI memperluas ruang partisipasi dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
Menurut Noor, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia yang memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama industri halal global.
"Perkiraannya sekitar 87% dari jumlah muslim dunia. Dengan potensi yang besar tersebut, maka menjadi suatu keniscayaan apabila Indonesia ke depan dapat memimpin industri halal global dengan pondok pesantren sebagai salah satu episentrum," ujarnya saat membuka OASE, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia menambahkan, Jawa Tengah memiliki modal yang kuat untuk mempercepat pengembangan ekosistem ekonomi syariah. Berdasarkan data BPS 2026, terdapat sekitar 5.451 pondok pesantren di Jawa Tengah dan jumlahnya diperkirakan dapat melampaui 10 ribu lembaga jika termasuk yang belum terdata.
Ribuan pesantren tersebut dinilai menyimpan potensi besar berupa jutaan generasi muda kreatif, pelaku usaha halal, serta budaya gotong royong yang telah mengakar di masyarakat. Karena itu, potensi tersebut perlu diperkuat melalui sinergi, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian daerah.
Pimpinan Pondok Pesantren Fadhlul Fadlan, KH Fadlolan Musyaffa’, menyambut baik penyelenggaraan OASE 2026 di lingkungan pesantrennya. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar sarana pengenalan ekonomi syariah, tetapi juga langkah nyata untuk memperluas penerapan dan penguatan ekonomi umat berbasis pesantren.
"Karena sesungguhnya pondok pesantren ini tempat yang paling tepat dan strategis, pondok pesantren itu adalah sebuah mini miniatur negara kecil. Di pesantren ini ada setidaknya dari Papua juga ada, Maluku ada, dari Sulawesi, Sumatera ada semuanya Jawa mayoritas, artinya kehidupan di pesantren itu adalah sebuah miniatur negara kecil, di mana mereka mampu hidup bareng dengan berbagai kultur yang ada," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, M Fatkhuronji, menilai OASE menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan keagamaan. Pesantren juga mampu menjadi pusat pengembangan kewirausahaan, termasuk di bidang agribisnis dan sektor produktif lainnya.
Ia berharap model pengembangan ekonomi yang ditampilkan dalam OASE dapat menjadi contoh bagi pesantren lain di Jawa Tengah. Selain itu, ia juga mendorong terbentuknya forum pesantren yang memiliki visi serupa dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.
"Kementerian Agama sangat senang sekali. Ini bisa menjadi piloting untuk kegiatan-kegiatan sekaligus menjadi pionir bagi pondok pesantren lain yang berada di Kota Semarang maupun di Jawa Tengah," tandasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, OASE 2026 menghadirkan enam kompetisi yang mencerminkan berbagai aspek pengembangan ekonomi syariah meliputi hadroh, dakwah ekonomi syariah, musabaqah keilmuan santri, ZISWAF unggulan, Halal Chef Competition, hingga pembuatan konten ekonomi syariah. Selain kompetisi, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui workshop kemandirian pesantren berbasis pertanian organik terintegrasi.
Untuk memperkuat literasi masyarakat, BI Jawa Tengah turut menghadirkan booth edukasi mengenai tugas dan fungsi Bank Indonesia. Edukasi tersebut mencakup sistem pembayaran, pelindungan konsumen, serta peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.
Untuk diketahui, OASE 2026 menjadi bagian dari rangkaian penguatan ekosistem ekonomi syariah menuju Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 yang akan digelar pada 6–9 Agustus mendatang di Semarang. Melalui sinergi bersama pemerintah daerah, pesantren, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha, BI berharap ekonomi syariah semakin berdaya saing serta mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....