Ekonomi Belum Stabil, Pedagang Kambing di Batang Akui Penjualan Turun 20 Persen

  • 26 Mei 2026 15:21 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang — Pedagang kambing kurban di jalur Pantura Kabupaten Batang mengakui penjualan tahun ini mengalami penurunan sekitar 20 persen dibanding Iduladha 2025. Kondisi ekonomi yang dinilai belum stabil disebut memengaruhi daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Salah satu pedagang kambing di tepi Jalan Pantura Sambong, Yayam mengatakan, meski mengalami penurunan, penjualan kambing kurban masih cukup baik. Hingga menjelang Iduladha, lapaknya mampu menjual sekitar 100 ekor kambing untuk kebutuhan warga Batang hingga Pekalongan.

“Tahun lalu bisa laku sampai 120 ekor kambing yang dipesan maupun dibeli langsung. Yang beli warga lokal, Pekalongan bahkan dari pabrik juga pesan untuk kurban,” ujarnya di sela melayani pembeli, Selasa, 26 Mei 2026.

Adapun, harga kambing yang dijual di lapaknya berkisar mulai Rp2,5 juta hingga Rp5,5 juta. Menurut Yayam, jenis kambing yang paling banyak diminati masyarakat Batang dan Pekalongan yakni Jawa Randu.

Kambing lokal tersebut dinilai menjadi pilihan favorit warga untuk kebutuhan kurban. “Kalau sini paling laku Jawa Randu, kambing lokalan yang paling disukai warga Batang sampai Pekalongan,” ujarnya.

Ia berharap kondisi ekonomi masyarakat segera membaik. Hal itu akan berdampak positif pada penjualan hewan kurban.

Salah satu pembeli, Zain, mengaku rutin membeli kambing kurban setiap tahun untuk dirinya dan sang ibu. Menurutnya, harga kambing tahun ini masih cukup wajar meskipun kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih.

“Memang harganya segitu, tadi tanya harga kambing antara Rp3,5 juta, tapi nyarinya yang Rp3 juta ukuran sedang. Ini masih nyari yang cocok harga sama jenisnya,” ujar warga Desa Tegalsari itu.

Ditemui terpisah, Petugas Medis Veteriner Dinas Pangan dan Pertanian Batang, Ambar Puspitaningrum mengatakan, timnya telah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lokasi pengepul. Sebagian besar hewan dinyatakan sehat meski sempat ditemukan tiga ekor sapi terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Sebagian besar sehat, walau ada tiga ekor sapi kurban yang terindikasi PMK. Namun, setelah diperiksa di laboratorium, ketiganya dipastikan aman untuk dikurbankan,” ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli hewan kurban dengan memperhatikan kondisi fisik hewan. Ciri hewan sehat di antaranya mata berbinar, hidung basah, kulit mengilap, serta tubuh tampak gemuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....