Sensus Ekonomi 2026 Jangkau Sekolah di Batang, Ini Data yang Dipetakan
- 11 Agt 2026 14:04 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Batang mencakup lembaga pendidikan sebagai subjek pendataan yang baru, selain UMKM dan perusahaan.
- BPS Batang mengumpulkan data karakteristik ekonomi sekolah SD dan SMP, termasuk sumber pendapatan dan pengeluaran Dana Bantuan Operasional Sekolah.
- BPS menggelar kegiatan Ngisi Bareng (Ngibar) untuk memudahkan proses pengisian data oleh sekolah-sekolah yang menjadi target sensus.
RRI.CO.ID, Batang – Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Batang tidak hanya menyasar pelaku UMKM dan perusahaan, tetapi juga lembaga pendidikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Batang mendata karakteristik ekonomi sekolah, termasuk sumber pendapatan dan pengeluaran yang berkaitan dengan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Kepala BPS Batang, Heni Djumadi mengatakan pendataan dilakukan terhadap sekolah jenjang SD dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk memudahkan proses pengisian data, BPS menggelar kegiatan Ngisi Bareng (Ngibar) yang dipusatkan di salah satu sekolah dasar.
Menurut Heni, sekolah menjadi bagian dari pendataan SE2026 karena terdapat aktivitas pengelolaan keuangan yang perlu dipetakan. Dana BOS yang diterima sekolah merupakan bagian dari pendapatan yang kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional.
“Dari BOS itu kan pendapatan dan akan dikeluarkan lagi, sehingga ketemu lah berapa rasio pendapatan dan pengeluaran usaha di tiap sektor. Itu jadi salah satu komponen pertumbuhan ekonomi, semuanya akan jadi satu kesatuan jaringan, dari sektor UMKM, pendidikan termasuk sektor kesehatan,” ujar Heni saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, data yang dihimpun dari berbagai sektor nantinya akan menjadi bagian dari gambaran aktivitas ekonomi secara lebih menyeluruh. Pendataan tidak hanya melihat kegiatan usaha secara konvensional, tetapi juga aktivitas ekonomi yang berlangsung di sektor pendidikan dan kesehatan.
Melalui kegiatan Ngibar, para tenaga administrasi sekolah mendapatkan pendampingan langsung dari petugas BPS dalam mengisi data. Pendekatan tersebut diharapkan membantu menghasilkan informasi yang lebih lengkap dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Selain menyasar sekolah, BPS Batang dalam waktu dekat juga akan melakukan Nyacah Bareng (Nyabar). Tujuannya untuk mengetahui lebih jauh karakteristik pelaku usaha di pusat-pusat konsentrasi perekonomian daerah.
Heni mengajak masyarakat, termasuk pelaku UMKM yang menjalankan usaha secara daring, untuk kooperatif memberikan data selama pelaksanaan SE2026. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha akan membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi perekonomian.
Dengan cakupan pendataan yang melibatkan berbagai sektor, BPS Batang berharap SE2026 dapat menghasilkan peta aktivitas ekonomi yang lebih komprehensif. Data tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kecamatan Batang, Hartono, mengapresiasi pendampingan yang diberikan BPS kepada para tenaga teknis sekolah. Menurutnya, pengisian data secara bersama-sama membantu sekolah memahami informasi yang perlu disiapkan sekaligus meningkatkan akurasi pendataan.
“Datanya terkait dari mana saja pemasukan sekolah, maupun pengeluarannya untuk apa saja. Misalnya, perolehan Dana BOS dalam satu tahun, perolehan gaji dan lainnya, sesuai data sebenarnya,” ucap Hartono.
Ia berharap hasil pendataan SE2026 nantinya dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi di sektor pendidikan. Data tersebut juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dan fasilitas sekolah.
“Semoga manfaatnya tahun-tahun ke depan bisa meningkatkan kualitas sarana prasarana. Untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....