Sebanyak 4.000 Pelari Ditarget Ramaikan Rupiah Borobudur Playon Juli 2026
- 25 Mei 2026 21:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 4.000 pelari ditargetkan meramaikan ajang Rupiah Borobudur Playon 2026 yang akan digelar di kawasan Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang. Mengusung tema Lari untuk Berbagi, seluruh hasil pendaftaran peserta itu bakal dikembalikan untuk mendukung pengembangan wilayah dan masyarakat sekitar Borobudur.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Noor Nugroho, mengatakan Rupiah Borobudur Playon tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat hasil kolaborasi Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Event tersebut juga telah masuk dalam kalender tahunan pariwisata Jawa Tengah.
Menurut dia, jumlah peserta sengaja dibatasi untuk menjaga kenyamanan selama perlombaan berlangsung. “Kita targetnya tahun 2026 ini sekitar 4.000 peserta, kurang lebih mirip dengan tahun lalu,” kata Noor saat peluncuran Rupiah Borobudur Playon 2026: Lari untuk Berbagi, di Kantornya, Senin 25 Mei 2026.
Rangkaian kegiatan akan dimulai sejak 4 Juli dengan diisi pameran UMKM, edukasi, hingga hiburan masyarakat. Sedangkan, ajang lari akan digelar pada 5 Juli 2026.
Noor menjelaskan, penyelenggara menargetkan tambahan sekitar 6.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan acara tersebut. Dengan demikian, total sekitar 10 ribu orang diharapkan meramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026.
Rupiah Borobudur Playon 2026 juga bakal diisi edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), kebanksentralan, sistem pembayaran digital, hingga literasi keuangan. Bank Indonesia ingin masyarakat semakin memahami pentingnya merawat uang rupiah sekaligus mengenali ciri keaslian uang.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan kegiatan olahraga seperti lari terbukti efektif mendatangkan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. “Orang datang pasti makan, menginap di hotel, dan belanja. Itu meningkatkan konsumsi di Jawa Tengah,” kata Sumarno.
Ia menambahkan, konsep Lari untuk Berbagi juga dinilai sejalan dengan upaya pembangunan ekonomi berkelanjutan karena turut menyentuh persoalan lingkungan. Termasuk juga mendorong agar UMKM sekitar Borobudur semakin akrab dengan transaksi digital melalui QRIS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....