Puncak Waisak, Jam Kunjungan Wisatawan Candi Borobudur Dibatasi hingga Pukul 14.00
- 25 Mei 2026 14:30 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Injourney Destination Management ( IDM)
- perayaaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era/ 2026
- Detik-detik Waisak 2570 BE
- Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi)
RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang- Injourney Destination Management ( IDM) selaku pengelola Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko akan melakukan pembatasan kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur selama puncak perayaaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era, Minggu, 31 Mei 2026. Maksimal pukul 14.00 WIB, seluruh pengunjung diminta meninggalkan pelataran candi.
“Secara operasional, kunjungan wisatawan Candi Borobudur pada Minggu, 31 Mei 2026 tetap buka hingga pukul 14.00 WIB. Setelah jam tersebut, kami menganjurkan seluruh pengunjung meninggalkan lokasi pelataran candi, untuk persiapan rangkaian Waisak,” kata Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Richard Panutur, Senin, 25 Mei 2026.
Gistang mengatakan, pembatasan jam kunjungan wisatawan tersebut diberlakukan, untuk menghormati umat Buddha yang akan menjalankan rangkaian ibadah Waisak. Selain itu, juga untuk memberikan waktu bagi panitia melakukan sejumlah persiapan teknis.
Menurutnya, pada Minggu, 31 Mei 2026, pihaknya meniadakan kunjungan naik ke bangunan candi. Pengunjung hanya diperbolehkan berada di pelataran(halaman) candi saja.
Girsang menambahkan, untuk memberikan rasa aman bagi umat Buddha yang akan merayakan Waisak di Candi Borobudur, pihaknya juga menambah sejumlah fasilitas. Ada penambahan 80 titik lampu penerangan di sekitar Zona I dan Zona II Candi Borobudur, dan kendaraan listrik untuk mengangkut umat dari lokasi parkir di Kampung Seni Borobudur hingga lokasi ibadah.
“Kami juga menambah 80 orang menjadi penunjuk jalan bagi umat maupun pengunjung. Tujuannya agar mereka tidak bingung ketika berada di aeral Candi Borobudur yang luasnya mencapai sekitar 80 hektare,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPP Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Karuna Murdaya mengatakan, puncak Detik-detik Waisak 2570 BE akan jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026 pada pukul 15 lebih 45 menit, 44 detik. Sebelumnya, pada Minggu pagi akan dilaksanakan prosesi sekitar tiga kilometer dari Candi Mendut di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang ke Candi Borobudur.
“Setiap tahunnya ada prosesi dari Candi Mendut sampai ke Borobudur. Pada tahun ini prosesi tersebut akan dimulai pukul 10.00 WIB,” ujarnya.
Selanjutnya, Dhama Santi Waisak akan dilaksanakan di pelataran Candi Borobudur. “Karena tahun ini detik-detik Waisak jatuh pada pukul 15.44,44 WIB, maka Dhamma Santi Waisak dimulai pukul 19.30 malam sampai selesai,” kata Wakil Ketua II Panitia Waisak Nasional Walubi 2026 itu.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan Waisak 2026 telah dimulai sejak 3 Mei lalu dengan karya bakti sosial tabur bunga dan membersihkan Taman Makam Pahlawan di sejumlah kota. Kemudian, pada Sabtu-Minggu, 23-24 Mei 2026 juga telah dilakukan bakti sosial pengobatan gratis di Taman Lumbini Zona II Candi Borobudur.
Selain itu, akan ada kedatangan 50 bhikkhu dari berbagai negara yang melakukan walk for peace 2026 dari Bali menuju Candi Borobudur. Mereka dijadwalkan tiba di Candi Agung Borobudur pada 30 Mei 2026 mendatang.
Sehari sebelumnya, pada 29 Mei 2026, akan dilakukan pengambilan api suci dari sumber api abadi Mrapen Kabupaten Grobogan, dan pengambilan air suci dari Umbul Jumprit di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung pada 30 Mei 2026. Api suci dan air suci tersebut akan disemayamkan di Candi Mendut sebelum dibawa ke Candi Borobudur. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....