Bunda Literasi Salatiga Soroti Rendahnya Minat Baca, Penguatan Digital Digenjot

  • 22 Mei 2026 06:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga — Bunda Literasi Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan menyoroti tingkat kegemaran membaca masyarakat Kota Salatiga yang masuk dalam tiga daerah dengan capaian terendah di Jawa Tengah. Menyikapi kondisi tersebut, penguatan literasi digital diprioritaskan agar budaya membaca sekaligus kemampuan menyaring informasi masyarakat dapat terus meningkat di era digital.

Hal itu disampaikan Retno saat menghadiri agenda Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan di Pendopo Kabupaten Pati, Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah tersebut menjadi forum strategis bagi para Bunda Literasi se-Jawa Tengah dalam merumuskan penguatan budaya literasi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Retno didampingi perwakilan Dinas Pendidikan serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) Kota Salatiga. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang koordinasi untuk menyusun langkah peningkatan indeks pembangunan literasi di masing-masing daerah.

Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin dalam forum tersebut turut memaparkan data capaian literasi regional yang menunjukkan tren penurunan dibanding periode sebelumnya. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kegemaran membaca (TKM) Kota Salatiga tercatat berada di peringkat ketiga terbawah di Jawa Tengah.

Menanggapi hasil evaluasi itu, Retno menegaskan kondisi tersebut harus menjadi momentum perbaikan bersama. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Kota Salatiga memperkuat koordinasi agar program literasi digital lebih masif menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Menurut Retno, penguatan literasi saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan minat membaca buku. Literasi digital juga menjadi aspek penting untuk membentuk kemampuan berpikir kritis masyarakat dalam memilah arus informasi yang terus berkembang di ruang digital.

Ia menegaskan, penguatan budaya membaca harus berjalan beriringan dengan peningkatan kecakapan digital masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar warga tidak mudah terpengaruh informasi keliru atau hoaks di media sosial.

Forum penguatan literasi digital tersebut juga diisi berbagai pemaparan dari para pakar mengenai strategi pengembangan ekosistem perpustakaan berbasis digital. Melalui kolaborasi berbagai pihak, gerakan tersebut diharapkan mampu mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....