Sapi Berbobot 1,1 Ton Milik Peternak asal Banyubiru Dibeli Presiden Prabowo

  • 20 Mei 2026 21:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Seekor sapi berbobot sekitar 1,1 ton milik peternak asal Banyubiru, Kabupaten Semarang, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Di balik sapi jumbo itu, tersimpan kisah perjuangan peternak desa yang merintis usaha dari jagal sapi hingga menjadi langganan pejabat negara.

Peternak tersebut adalah Ganjar, warga Banyubiru yang kini mengelola peternakan dengan puluhan sapi berukuran besar. Dari kandang sederhana di desanya, ia berhasil membesarkan ternak berkualitas yang rutin dilirik pejabat hingga Presiden untuk kebutuhan kurban.

“Alhamdulillah, bisa dibeli pejabat. Bersyukur sekali,” tuturnya, Rabu, 20 Mei 2026.

Ganjar mengaku memulai usaha peternakan secara bertahap setelah sebelumnya bekerja sebagai jagal sapi. Kesulitan memenuhi kebutuhan sapi potong setiap hari membuatnya memutuskan memelihara ternak sendiri.

Kini, sekitar 70 ekor sapi berbagai jenis seperti limosin, simental, FH, hingga peranakan unggulan memenuhi kandangnya. Sapi-sapi tersebut dirawat intensif dengan pakan campuran katul, polar, kulit kopi, kulit kacang, serta hijauan segar untuk menjaga kualitas pertumbuhan.

Perawatan ternak dilakukan secara disiplin setiap hari, mulai dari pemberian pakan rutin pagi dan sore hingga menjaga kebersihan kandang. Tak hanya itu, sapi juga dimandikan setiap hari dan mendapat pemeriksaan dokter hewan secara berkala.

Menurut Ganjar, perhatian pemerintah terhadap kesehatan hewan juga membantu peternak menjaga kualitas ternak. “Kalau ada vaksin pasti diberi tahu pemerintah, vaksinnya gratis,” ungkapnya.

Kesuksesan peternak di Jawa Tengah juga ditopang penguatan teknologi inseminasi buatan yang dikembangkan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah. Teknologi tersebut membantu menghasilkan bibit unggul dengan pertumbuhan cepat dan bobot besar, sehingga meningkatkan produktivitas peternak.

Kepala BIB Jawa Tengah, Ferry Agus Setiawan, mengatakan balai tersebut memproduksi semen beku sapi dan kambing untuk mendukung peningkatan populasi ternak di Jawa Tengah maupun nasional. Menurutnya, penguatan sektor peternakan menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah.

Balai yang berdiri di lahan sekitar enam hektare itu mengelola puluhan sapi pejantan unggulan, mulai dari simental, limosin, PO, Wagyu hingga FH. Proses produksi dilakukan secara ketat agar kualitas bibit tetap terjaga dan mampu menghasilkan anakan unggul di tingkat peternak.

Ferry menyebut, jenis simental dan limosin menjadi favorit masyarakat karena memiliki pertumbuhan cepat dan bobot besar. “Salah satu metode paling efektif untuk mengejar populasi ternak adalah melalui inseminasi buatan,” katanya.

Menjelang Iduladha, dokter hewan BIB Ungaran, drh Deni R Febriandi, mengingatkan masyarakat agar cermat memilih hewan kurban yang sehat dan memenuhi syariat. Hewan kurban, kata dia, harus cukup umur, tidak cacat, aktif, serta memiliki surat keterangan kesehatan.

“Untuk sapi minimal berumur dua tahun. Kambing minimal satu tahun,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....