No Titip No Jastip, Luthfi Pastikan SPMB SMA/SMK Jateng Transparan

  • 19 Mei 2026 19:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027 harus berlangsung bersih dan bebas praktik titip-menitip. Dengan slogan No Titip No Jastip, Luthfi memastikan tidak ada ruang bagi intervensi maupun jasa penitipan dalam proses penerimaan siswa baru.

Penegasan itu disampaikan saat peluncuran pendaftaran SPMB 2026 di SMAN 1 Kemalang, Kabupaten Klaten, Selasa 19 Mei 2026. Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Luthfi juga meresmikan sekolah tersebut sebagai bagian dari penguatan akses pendidikan di Jawa Tengah.

Ia menekankan seluruh proses penerimaan murid baru harus dijalankan dengan prinsip integritas, objektivitas, transparansi, dan tanpa diskriminasi. “Saya tekankan no titip, no jasa penitipan (jastip). Semakin Anda nitip, semakin saya coret. Apalagi menerima jasa penitipan,” tegas Luthfi.

Menurut Luthfi, pelaksanaan SPMB di Jawa Tengah dilakukan secara terbuka dan dapat diawasi bersama. Bahkan, seluruh tahapan penerimaan juga berada dalam pengawasan Ombudsman untuk memastikan tidak ada praktik pelanggaran selama proses berlangsung.

Ditegaskanya, jika ditemukan indikasi kecurangan atau penyimpangan, Pemprov Jateng memastikan akan mengambil tindakan tegas. Langkah itu dilakukan agar seluruh calon peserta didik memiliki kesempatan yang sama memperoleh akses pendidikan secara adil.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin mengatakan, SPMB tahun ajaran 2026/2027 menyediakan total daya tampung sebanyak 231.724 kursi. Jumlah tersebut tersebar dalam 6.442 rombongan belajar (rombel) di SMA dan SMK Negeri se-Jawa Tengah.

Meski begitu, kapasitas sekolah negeri baru mampu menampung sekitar 40,83 persen dari total lulusan SMP sederajat di Jawa Tengah yang mencapai 567.500 siswa. Karena itu, Pemprov Jateng menyiapkan solusi tambahan melalui program sekolah kemitraan bersama sekolah swasta.

Sebanyak 139 SMA/SMK swasta dilibatkan dalam program sekolah kemitraan dengan total daya tampung 5.004 siswa. Program tersebut diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kurang mampu tanpa dipungut biaya karena dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah.

Dalam proses seleksi, sistem SPMB memanfaatkan berbagai sumber data untuk menjamin akurasi dan transparansi. Data yang digunakan meliputi data pokok pendidikan, data emis Kanwil Kemenag Jateng, DTSEN, hingga data kependudukan dari Dispermadesdukcapil Jawa Tengah.

Sadimin menjelaskan, sistem informasi SPMB kini juga dikembangkan secara mandiri oleh Pemprov Jateng. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggandeng Telkom, sejak tahun lalu sekolah tidak lagi dibebani iuran untuk penyelenggaraan sistem tersebut.

Menurut Sadimin, slogan No Titip No Jastip yang digaungkan Ahmad Luthfi telah menunjukkan hasil positif. Pada tahun lalu, pelaksanaan SPMB Jawa Tengah bahkan dinobatkan sebagai yang terbaik secara nasional dengan jumlah persoalan dan kasus yang relatif minim.

“Tahun lalu SPMB Jawa Tengah terbaik nasional, masalah dan kasusnya sedikit. Tahun ini diharapkan semakin baik atau tidak ada masalah atau kasus,” ujar Sadimin. Pemprov Jateng pun berharap proses penerimaan tahun ini dapat berjalan lebih bersih, tertib, dan akuntabel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....