Jateng Kaji Kawasan Industri Halal, Taj Yasin Libatkan Pesantren
- 18 Mei 2026 20:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengkaji pengembangan kawasan industri halal sebagai langkah memperkuat ekonomi syariah di daerah. Dalam rencana besar tersebut, kalangan pondok pesantren diajak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat membangun ekosistem industri halal di Jawa Tengah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan pesantren memiliki potensi besar untuk mengambil peran strategis dalam pengembangan industri halal. Selain menjadi pusat pendidikan agama, pesantren dinilai mampu mencetak sumber daya manusia yang mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis syariah.
Gagasan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah Ukhuwah Islamiyah di Batusari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Senin, 18 Mei 2026. Taj Yasin saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah Ukhuwah Islamiyah di Batusari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Senin, 18 Mei 2026. Menurutnya, keterlibatan pesantren akan memperkuat fondasi industri halal yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjunjung prinsip syariah.
Pengembangan kawasan industri halal, kata Taj Yasin, diharapkan memberi kenyamanan bagi masyarakat muslim dalam menjalankan aktivitas produksi dan konsumsi. Dengan demikian, industri yang tumbuh tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai halal.
Rencana pengembangan tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah tahun 2027. Pemerintah provinsi menempatkan ekonomi syariah dan pariwisata berkelanjutan sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu bahkan berharap Pondok Pesantren Sulaimaniyah dapat mengambil bagian dalam pengembangan kawasan industri halal di masa mendatang. Sinergi pemerintah dan pesantren penting untuk membangun ekonomi umat yang lebih kuat.
“Saya berharap juga nanti Pondok Pesantren Sulaimaniyah bisa ikut andil membesarkan kawasan industri halalnya kita. Nanti bareng-bareng, ini baru kita bahas,” ujar Gus Yasin.
Di sisi lain, pembangunan Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah di Mranggen juga diharapkan memperkuat pendidikan keagamaan di Jawa Tengah. Ketua Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah Jawa Tengah, Dede Sarif Hidayatullah, mengatakan pesantren tersebut akan menjadi cabang ke-12 Sulaimaniyah di Jawa Tengah.
“Insyaallah di lokasi ini akan dibangun pondok pesantren putri dua lantai dengan kapasitas 80 santri dan juga TK Sulaimaniyah,” katanya.
Saat ini, jumlah santri Sulaimaniyah di Jawa Tengah mencapai sekitar 800 orang. Bahkan pada 2025, sebanyak 88 santri dari Jawa Tengah memperoleh beasiswa pendidikan ke Turki sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan pesantren.
Dede berharap keberadaan pesantren baru di Mranggen dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat. Selain mencetak generasi Qurani, pesantren juga diharapkan ikut berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....