102 Ribu Warga Jateng Manfaatkan Program Speling

  • 18 Mei 2026 20:16 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 102 ribu warga Jawa Tengah telah menfaatkab program Dokter Spesialis Keliling (Speling) milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Layan itu telah menjangkau 1.089 desa dan kelurahan melalui 1.143 kali pelayanan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Program Speling kini juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat. Hingga 17 Mei 2026, capaian CKG di Jawa Tengah telah menyasar 8.810.798 orang atau sekitar 22,91 persen dari total penduduk Jawa Tengah.

“Standar kesehatan kita terus tingkatkan. Speling kita sudah menjangkau sekitar seribuan desa, ratusan ribu warga desa sudah terlayani oleh dokter spesialis,” kata Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi usai peninjauan langsung pelaksanaan Speling di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara didampingi Bupati Banjarnegara Amalia Desiana, Senin, 18 Mei 2026.

Menurut Luthfi, kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Jawa Tengah. Karena itu, seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) milik provinsi didorong menerjunkan dokter spesialis untuk memberikan pelayanan langsung ke desa.

Khusus di Kabupaten Banjarnegara, RSUD Dr. Margono Soekarjo diminta berkolaborasi dengan rumah sakit milik pemerintah daerah maupun swasta. Langkah itu dilakukan agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih menyeluruh dan mudah dijangkau.

“Jadi kita dorong tidak hanya pelayanan di rumah sakit tapi juga di desa. Masyarakat desa akan senang mereka dapat layanan kesehatan gratis,” ujar Luthfi.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Zulfachmi Wahab mengatakan pelaksanaan Speling saat ini berjalan sesuai target dan akan terus diperkuat sepanjang 2026. Fokus layanan meliputi deteksi kanker mulut rahim, tuberkulosis (TBC), kesehatan jiwa, layanan ibu hamil, hingga kesehatan balita.

“Kami tidak akan berhenti pada deteksi dini, tetapi berlanjut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Tengah secara holistik,” katanya. Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan menemukan penyakit lebih awal, tetapi juga memastikan tindak lanjut pengobatan masyarakat.

Deteksi dini TBC juga menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan Speling. Semakin cepat penyakit ditemukan dan ditangani, maka semakin besar peluang memutus rantai penyebaran di masyarakat.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyebut program Speling sangat membantu masyarakat di daerahnya yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas kesehatan. Terlebih, layanan tersebut mampu menjangkau wilayah pelosok desa yang selama ini sulit mendapatkan akses dokter spesialis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....