Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Semarang Diajak Mandiri lewat Puding Hias

  • 18 Mei 2026 10:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang –Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menghadirkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan pembuatan puding hias bekerja sama dengan Grisella Pudding, Sabtu, 16 Mei 2026. Upaya tersebut dilakukan sebagai bekal keterampilan dan peluang usaha bagi warga binaan, terutama setelah bebas nanti.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari mengatakan pelatihan keterampilan merupakan bagian penting dari proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada masa hukuman, tetapi juga menyiapkan kehidupan warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

“Pelatihan ini bukan hanya mengajarkan cara membuat puding, tetapi juga membangun kreativitas, kedisiplinan, dan semangat berwirausaha bagi warga binaan. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal hidup setelah kembali ke masyarakat,” ujar Ahmad Tohari, Senin, 18 Mei 2026.

Ahmad menambahkan, kerja sama dengan pihak ketiga menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha. Selain itu, keterampilan yang diajarkan juga dipilih berdasarkan peluang pasar yang dinilai cukup menjanjikan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Semarang mulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti oleh 20 warga binaan. Mereka turut didampingi pejabat struktural serta staf bidang kegiatan kerja.

Dalam pelatihan tersebut, instruktur memberikan praktik langsung mulai dari proses pencampuran bahan hingga teknik menuang adonan ke wadah. Peserta juga diajarkan tahap akhir berupa garnishing atau menghias puding agar tampil menarik dan memiliki nilai jual.

Tak hanya itu, warga binaan juga dibekali keterampilan packing atau pengemasan produk untuk mendukung pemasaran. Suasana pelatihan berlangsung antusias dengan peserta yang serius mengikuti setiap tahapan dari awal hingga akhir.

Hasil pelatihan menunjukkan para peserta mulai memahami proses pembuatan puding hias dari tahap mixing, pencetakan hingga pengemasan produk. Mereka juga mampu mengikuti proses garnishing sebagai tahap akhir agar produk lebih menarik secara visual.

Ahmad berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat dimanfaatkan secara nyata ketika kembali ke masyarakat. “Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat dimanfaatkan secara nyata oleh warga binaan ketika kembali ke masyarakat, sehingga mereka mampu mandiri, produktif, dan memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....