Lestarikan Budaya, Lapas Semarang Bentuk Karakter Warga Binaan lewat Karawitan
- 21 Agt 2026 10:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Denting gamelan mengalun dari Graha Pancasila Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang. Di balik tembok pemasyarakatan, sembilan warga binaan tekun mengikuti setiap ketukan dan arahan dalang, Ki Kusni Kesdik, dalam latihan seni karawitan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut bukan sekadar mengisi waktu luang. Latihan karawitan menjadi bagian dari program pembinaan untuk mengasah keterampilan sekaligus membentuk karakter warga binaan agar lebih siap menjalani kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Didampingi jajaran staf Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemasy), para peserta mempelajari berbagai teknik dasar bermain gamelan. Mulai dari cara memukul instrumen, menjaga tempo, hingga menyatukan ketukan dan nada agar menghasilkan harmoni.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, mengatakan seni karawitan sengaja dijadikan agenda rutin karena memiliki nilai budaya sekaligus filosofi yang dapat mendukung proses pembinaan warga binaan."Kami ingin pembinaan berbasis budaya ini membentuk karakter warga binaan agar lebih matang, tertib, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seni menjadi salah satu cara menghadirkan proses pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan. Akan tetapi, juga membangun sikap dan mental warga binaan.
Bagi peserta, latihan gamelan juga memberikan pengalaman tersendiri. Salah seorang warga binaan mengaku kegiatan tersebut membantu mengalihkan pikiran sekaligus memberikan ruang untuk melakukan aktivitas yang positif.
"Latihan ini sangat membantu menenangkan pikiran. Ada rasa bangga tersendiri karena kami bisa mengisi waktu dengan kegiatan yang melestarikan seni dan budaya sendiri," ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....