ASN Jateng Berpeluang Kuliah S2 Gratis di Singapura

  • 08 Mei 2026 19:56 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Nanyang Technological University untuk meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Peluang tersebut mencakup program beasiswa S2 hingga kursus singkat di berbagai bidang pembangunan.

Kerja sama itu dibahas dalam pertemuan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Senior Advisor NTU Singapore, Mohamad Maliki bin Osman, di Semarang pada Jumat, 8 Mei 2026. Pertemuan juga membuka peluang lebih luas bagi masyarakat Jawa Tengah untuk melanjutkan pendidikan magister di Singapura.

Mohamad Maliki menjelaskan, NTU memiliki program beasiswa Master Degree yang dijalankan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan kuota sekitar 200 peserta Indonesia setiap tahun. Program tersebut menggunakan skema pembiayaan bersama antara LPDP dan NTU.

“Kami sudah berjumpa dengan Gubernur untuk ikut menggalakkan dan melihat apakah ada masyarakat atau pegawai di kantor gubernur yang bisa dihantar ke Singapura untuk menuntut ilmu S2. Bidang apapun juga, teknik, komunikasi, dan sebagainya bisa,” katanya usai bertemu Ahmad Luthfi.

Selain program S2, NTU juga menawarkan Singapore Cooperation Program (SCP) yang memungkinkan ASN Pemprov Jateng mengikuti kursus singkat di Singapura. Pelatihan itu mencakup bidang strategis seperti pengelolaan air, pengelolaan sampah, hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dalam program SCP, biaya pelatihan akan ditanggung pemerintah Singapura, sementara Pemprov Jateng hanya membiayai perjalanan peserta. Jumlah peserta yang dapat mengikuti program tersebut menyesuaikan kebutuhan dan minat dari masing-masing OPD.

“Boleh mengikuti kursus misalnya water management, waste management, Artificial intelligence (AI), dan sebagainya. Semua disediakan dan boleh dimanfaatkan oleh pegawai kantor provinsi,” ujar Maliki didampingi Director of Global Alliance of Industries, Police Liaison Officer NTU Singapore, Lydia Helena Wong.

NTU sendiri merupakan salah satu universitas terbaik dunia dengan peringkat ke-12 global. Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia juga telah menjalin kerja sama dengan kampus tersebut, termasuk banyak mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan S1 dan S2 di sana.

Ahmad Luthfi menyambut positif tawaran kerja sama tersebut dan langsung meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memetakan ASN yang berminat melanjutkan studi maupun mengikuti kursus singkat. Ia juga mendorong agar kesempatan itu terbuka luas bagi guru dan ASN dari berbagai bidang.

“Langsung didata, dipetakan, mana saja dan siapa saja, guru juga boleh,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....