Domba Lokal Purworejo Jadi Incaran Jelang Iduladha, Harga Kontes Tembus Rp500 Juta
- 07 Mei 2026 17:03 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, permintaan hewan kurban mulai meningkat. Di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, domba lokal justru mencuri perhatian.
Selain untuk konsumsi dan kurban, domba unggulan asal Purworejo juga diminati di arena kontes. Harganya bahkan bisa mencapai Rp500 juta.
Peternak asal Desa Winong Lor, Kecamatan Gebang, Ahmad Marus (36) menyebut momentum Iduladha menjadi salah satu puncak penjualan. Tak hanya menyasar pasar kurban, selama tiga tahun terakhir, alumnus jurusan peternakan ini fokus mengembangkan domba lokal untuk konsumsi hingga kontes.
“Kalau domba lokal itu dagingnya lebih empuk. Tidak terlalu berbau prengus, berkembang lebih cepat, perawatannya lebih mudah, dan daya tahan tubuhnya lebih kuat dibanding kambing,” kata Marus saat ditemui di Kandang Haji Suroto Winong, Kamis, 7 Mei 2026.
Di kandangnya, Marus memelihara sekitar 100 ekor domba dan kambing dengan sistem kandang panggung. Untuk menjaga kualitas ternak menjelang Iduladha, pakan, minum, komboran, vitamin, serta antibiotik diberikan rutin.
Menurutnya, domba lebih adaptif terhadap cuaca sehingga cocok untuk stok kurban.Untuk bobot kurban, domba 40 kilogram dijual mulai Rp2,5 juta, sedangkan 80 kilogram mencapai Rp5 juta.
Sementara, untuk kategori kontes, harganya bisa melonjak tajam. “Kalau domba kontes pernah ada penawaran sampai Rp500 juta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Marus mengungkapkan, ciri domba kontes antara lain tanduk besar dan panjang, telinga panjang atau kuping komploh, bulu putih bersih, postur tinggi dan panjang, serta corak hitam di sekitar mata yang disebut kacamata. "Sistem breeding satu pejantan unggul untuk 10 indukan diterapkan dengan harga pejantan di atas Rp10 juta," ungkapnya.
Marus berharap momentum Iduladha membuat domba lokal makin dikenal. “Harapannya domba di Purworejo bisa lebih familiar dan nantinya bisa berkembang sampai ada kuliner khas seperti sate domba,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Bagas Adi Karyanto menyebut domba lokal sangat potensial dikembangkan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan kurban Iduladha.
"Purworejo beriklim tropis basah dengan hijauan pakan ternak melimpah sepanjang tahun. Carrying Capacity(daya tampung) untuk ternak domba masih sangat terbuka," kata Bagas.
Ia menambahkan, domba lokal punya daya adaptasi bagus, pertumbuhan cepat, dan mudah bereproduksi. "Pangsa pasar masih terbuka lebar. Untuk sate saja, selama ini yang dijual di Purworejo sebenarnya daging domba, tapi masih disebut sate kambing," ujarnya.
Bagas mengapresiasi peternak seperti Marus yang menjaga kualitas domba. Soal kontes, Dinas belum bisa menggelar karena keterbatasan anggaran. Ia mendorong terbentuknya asosiasi peternak domba agar kontes bisa berjalan mandiri.(Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....