Ekonomi Jateng Tumbuh 5,89%, Investasi dan Ekspor Menggeliat
- 05 Mei 2026 21:59 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 5,89 persen secara tahunan (yoy), ditopang menguatnya investasi dan ekspor. Angka ini melampaui rata-rata nasional sebesar 5,61 persen dan menunjukkan kinerja ekonomi daerah yang semakin solid.
Capaian tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat 4,96 persen. Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah mencapai Rp511,99 triliun, dengan nilai riil Rp315,73 triliun.
Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, Ali Said, menyebut industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi. Sektor ini berkontribusi 32,69 persen terhadap PDRB meski pertumbuhannya berada di angka 4,04 persen.
Ia menambahkan, sumber pertumbuhan kini mulai meluas ke sektor jasa dan mobilitas. Hal ini mencerminkan struktur ekonomi yang semakin dinamis dan tidak hanya bergantung pada industri.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga mendominasi dengan kontribusi 60,01 persen. Sementara konsumsi pemerintah tumbuh signifikan 19,36 persen sebagai stimulus di awal tahun.
Secara kuartalan, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 1,85 persen dibanding triwulan IV 2025. Pertumbuhan ini turut didorong sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang melonjak 21,53 persen akibat musim panen.
Kinerja ekspor juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 8,84 persen. Kondisi ini menandakan permintaan pasar terhadap produk Jawa Tengah tetap terjaga.
Di sisi investasi, realisasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp23,02 triliun atau 23,23 persen dari target tahunan. Nilai tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing Rp12,98 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri Rp10,04 triliun.
Masuknya investasi berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 92.000 tenaga kerja terserap dari total 24.957 proyek yang berjalan.
Secara sektoral, investasi didominasi industri pengolahan seperti karet, plastik, mesin, elektronik, serta sektor padat karya seperti tekstil dan alas kaki. Sementara investor utama berasal dari Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut capaian ini sebagai hasil kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan pemerintah akan terus menjaga momentum agar pertumbuhan tetap berkualitas dan inklusif.
"Alhamdulillah, pertumbuhan ini menunjukkan arah yang semakin baik. Ini bukan kerja satu pihak, tapi hasil gotong royong dan kolaborasi semua elemen,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....