Investasi Hijau Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Jateng

  • 23 Jul 2026 20:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pengamat Ekonomi Universitas Semarang (USM), Andhy Tri Adriyanto, menilai investasi di masa kini tidak lagi hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Arah kebijakan investasi yang berfokus pada energi terbarukan, hilirisasi pangan, dan industri berkelanjutan menjadi langkah strategis untuk mewujudkan transformasi ekonomi hijau di Jawa Tengah. Menurutnya,

Andi menjelaskan, investasi yang sebelumnya lebih berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, kini pembangunan mulai diarahkan agar lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya alam sekaligus menjaga keberlanjutannya. "Kebijakan ini menunjukkan pergeseran paradigma pembangunan dari pertumbuhan ekonomi yang hanya berorientasi pada peningkatan investasi, menuju pertumbuhan yang memperhatikan efisiensi sumber daya," ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Selasa, 21 Juli 2026.

Ia mengatakan, investasi di sektor energi terbarukan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Sementara itu, hilirisasi pangan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian Jawa Tengah.

Selain itu, penerapan industri berkelanjutan dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing daerah. Dengan demikian, investasi tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi juga instrumen untuk menciptakan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Andi menambahkan, konsep ekonomi hijau juga membuka peluang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, pelaku UMKM dapat mulai menerapkan praktik usaha yang lebih ramah lingkungan melalui penggunaan kemasan yang dapat didaur ulang, pemanfaatan bahan baku lokal, hingga pengelolaan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Ia menilai penerapan ekonomi hijau bukan sekadar mengikuti tren atau menggunakan label ramah lingkungan. Lebih dari itu, konsep tersebut dapat membantu UMKM menekan biaya produksi, menciptakan inovasi, sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Andi berharap pemerintah terus mendorong investasi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara investasi hijau, penguatan sektor pertanian, dan pemberdayaan UMKM akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....