Lewat Sistem Holding, Salatiga Siapkan UMKM Jadi Pusat Keramik Unggulan
- 05 Mei 2026 00:20 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Salatiga – Pemerintah Kota Salatiga mulai memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dengan membidik sektor kerajinan keramik sebagai produk unggulan baru. Langkah strategis ini dilakukan melalui konsep "kolaboraksi" dengan sistem holding untuk mendorong pelaku UMKM masuk ke dalam rantai produksi yang lebih luas.
Kebijakan ini diwujudkan melalui sinergi antara pelaku usaha yang telah mapan dengan para pelaku UMKM baru. Melalui model kemitraan terintegrasi, para pengrajin lokal diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi hingga mampu menembus pasar global, sebagaimana keberhasilan sektor batik di Salatiga.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, menilai bahwa kolaborasi nyata merupakan kunci utama dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya transfer ilmu dari para praktisi kepada masyarakat yang memiliki minat di bidang kerajinan.
“Kolaborasi antara UMKM yang sudah mapan dengan pelaku UMKM baru sangat diperlukan. Melalui sistem holding ini, Bapak dan Ibu bisa menyerap ilmu agar mampu mandiri. Jadi nanti terbentuk jejaring produksi; ada yang fokus bikin piring, gelas, dan lainnya tapi kualitasnya tetap standar dan terjaga,” ujarnya saat membuka Pelatihan Kerajinan Keramik di Naruna Space, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, optimisme ini berkaca pada kesuksesan batik Salatiga yang kini memiliki identitas kuat. Ia ingin sektor keramik mengikuti jejak tersebut dengan memanfaatkan pendampingan yang berkelanjutan.
“Kita lihat batik kita sekarang kualitasnya sudah sangat baik, tidak kalah dengan Pekalongan atau Cirebon. Ke depan, saya ingin Salatiga juga jadi pusat keramik yang diperhitungkan. Makanya, dinas terkait dan PKK harus terus sinergi buat pembinaan dan monitoring terus-menerus,” tambah dr. Robby.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Dr. Bayu Joko Mulyono, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 30 pelaku UMKM, termasuk anggota Rumah Dilan. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas SDM agar produk lokal memiliki daya saing tinggi.
“Kerajinan gerabah dan keramik ini potensinya besar sekali, baik dari sisi seni maupun ekonomi. Kita ingin peserta lebih kreatif dan inovatif dalam desain, supaya produk kita bukan cuma jadi pajangan, tapi benar-benar punya nilai jual di pasar yang lebih luas,” jelasnya. (eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....