Podcast Tempo, Robby Ungkap Strategi Kota BEDA dan Wisata Salatiga
- 15 Agt 2026 21:36 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Salatiga – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., memaparkan serangkaian strategi pembangunan daerah dalam program podcast Teras Negeri di Kantor Tempo, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam perbincangan yang ditayangkan di kanal YouTube Tempo.co tersebut, Robby mengusung visi "Kota BEDA" yakni Bergerak, Energik, Dinamis, dan Adaptif sebagai arah transformasi Salatiga menjawab tantangan zaman.
Salah satu gagasan utama yang ditawarkan adalah memposisikan Salatiga sebagai Giant Rest Area strategis di segitiga emas Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Potensi tersebut akan diakselerasi melalui operasionalisasi Exit Tol Pattimura yang disiapkan menjadi koridor pertumbuhan ekonomi baru di kawasan utara kota.
"Pembangunan Exit Tol Pattimura itu tidak sekadar pembangunan infrastruktur jalan, tetapi menjadi instrumen transformasi ekonomi wilayah," ujar Robby saat menjelaskan prospek konektivitas daerah. Ia memaparkan pembagian zonasi jangka panjang yang memadukan konsep Modern City di bagian utara serta Heritage City dan sentra kuliner khas di bagian selatan.
Di sektor ekonomi kerakyatan, Pemkot Salatiga memberikan pendampingan terpadu kepada sekitar 26.000 pelaku UMKM lokal, termasuk produk olahan singkong Argotelo yang telah sukses menembus pasar ekspor internasional. Ekosistem ini diperkuat lewat wadah JARKOM MABAR guna mencetak wirausahawan muda serta modernisasi koperasi berbasis talenta digital.
Daya tarik pariwisata daerah juga dipacu melalui rangkaian agenda festival berskala besar seperti Salatiga Fashion Parade, Christmas Parade, hingga agenda Dolan Salatiga. Penyelenggaraan acara lintas komunitas ini sekaligus mengukuhkan identitas Salatiga sebagai kota yang konsisten merawat nilai-nilai toleransi.
Guna menopang kemandirian fiskal dan kelestarian lingkungan, pemerintah daerah menggenjot digitalisasi pendapatan serta pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir. Langkah pembenahan tata kelola perkotaan ini mencakup optimalisasi TPS 3R hingga peluang kerja sama pengolahan sampah regional.
Strategi unggulan lainnya adalah pengembangan konsep Senior Living untuk mengubah stigma "Kota Pensiun" menjadi ruang kehidupan yang sehat, produktif, dan bermartabat bagi kelompok lansia. Program ini diwujudkan melalui penyediaan Sekolah Lansia, Rumah Dilan, hingga penjajakan investasi kawasan terpadu Geriatric Wellness.
"Tujuannya satu, membangun Kota Salatiga yang lebih baik, menciptakan warga Salatiga yang lebih sejahtera," tegas Robby menutup penjelasannya. Seluruh integrasi program ini diharapkan mampu mewujudkan Salatiga sebagai kota hunian yang nyaman, destinasi wisata yang berdaya saing, serta motor penggerak ekonomi warga. (eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....