Buktikan Resiliensi, Kinerja SIG Tumbuh Solid pada Kuartal I 2026
- 02 Mei 2026 12:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan kinerja keuangan konsolidasian yang solid pada kuartal I tahun 2026. Catatan positif itu terjadi di tengah tantangan industri semen domestik yang masih dihadapkan pada kondisi overcapacity serta tekanan kenaikan harga akibat tensi geopolitik global.
Berdasarkan laporan kinerja, SIG membukukan volume penjualan sebesar 8,71 juta ton, meningkat 1,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 8,57 juta ton. Pendapatan perusahaan tercatat mencapai Rp8,29 triliun, dengan EBITDA sebesar Rp1,06 triliun.
Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp156 miliar dan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp80 miliar. Adapun beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp6,62 triliun.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi transformasi bisnis yang telah menunjukkan tren positif sejak kuartal IV 2025. Kemudian, berlanjut hingga awal tahun 2026.
“Transformasi bisnis yang dilakukan SIG berfokus pada tiga strategi utama, yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio yang menjadi katalis pertumbuhan kinerja perusahaan,” ujar Vita dalam rilisnya Sabtu 2 Mei 2026.
Ia menjelaskan, peningkatan kinerja penjualan terutama didorong oleh penjualan domestik yang tumbuh 5,4 persen yoy. Kontribusi terbesar berasal dari segmen semen kantong yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 11 persen yoy, melampaui pertumbuhan permintaan semen kantong nasional yang mencapai 7 persen.
Di sisi lain, penjualan regional mengalami kontraksi sebesar 8 persen yoy. Dari aspek biaya, beban pokok pendapatan meningkat 8,6 persen yoy seiring kenaikan volume penjualan serta harga bahan bakar dan energi. Biaya operasional juga naik 9 persen yoy.
Meski demikian, SIG berhasil menekan biaya keuangan bersih hingga turun 35,4 persen yoy berkat pengelolaan keuangan yang disiplin. Tren kinerja positif pada kuartal I 2026 terjaga berkat disiplin dalam menjalankan transformasi bisnis.
"Pendapatan meningkat 8,3 persen dan laba naik 88,7 persen, yang menunjukkan bahwa langkah strategis yang ditempuh berada di jalur yang tepat,” kata Vita. SIG melalui anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur.
Menurut dia, fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026, sebagai upaya memperkuat segmen ekspor di tengah kondisi overcapacity industri domestik. Ekspor akan menjadi segmen penting untuk meningkatkan utilitas serta mendorong pertumbuhan kinerja yang stabil.
"Proyek di Tuban ini menjadi tonggak bagi perusahaan untuk memperluas pasar ekspor dengan margin yang lebih besar. Tidak hanya ke Amerika Serikat tetapi juga negara lainnya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....