Samuel Wattimena Dorong Peningkatan Peran dan Kemandirian Perempuan di Semarang
- 30 Apr 2026 19:18 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena mengapresiasi peran perempuan di Kota Semarang. Ia menilai, secara nasional peluang bagi perempuan untuk berkembang sudah terbuka, meski belum sepenuhnya mencapai tujuan yang diharapkan.
Hal itu diungkapkannya di sela dialog “Perempuan Masa Depan Indonesia” yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan Kota Semarang di Taman Budaya Raden Saleh, Kamis 30 April 2026. “Tentunya akan menjadi kepedulian, khususnya dari PDI Perjuangan sebagai penyeimbang di negeri ini, untuk lebih memberi ruang kepada perempuan agar bisa berekspresi,” kata Samuel.
Samuel menegaskan, pemberian ruang saja tidak cukup. Menurutnya, perempuan juga perlu didorong untuk memiliki semangat dan harga diri agar mampu menjalani peran sebagai individu, ibu rumah tangga, maupun ibu bagi anak-anak.
Terkait isu pangan, Samuel menilai hal tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan, melainkan seluruh masyarakat Indonesia. “Ini bukan rahasia lagi, kita memang sedang tidak baik-baik saja, kita tidak bisa hanya berkeluh kesah, tetapi harus ikut memikirkan solusi,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk mengatasi kenaikan harga berbagai komoditas, Ketua Umum PDI Perjuangan mengarahkan seluruh kader untuk mencari solusi melalui sepuluh jenis makanan pendamping beras. “Sepuluh makanan pendamping beras ini adalah segala sesuatu yang bisa dibudidayakan dan ditanam di rumah masing-masing, setidaknya untuk kebutuhan keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan pentingnya membangun kapasitas diri bagi perempuan agar dapat berperan di masyarakat, baik sebagai pejabat, penggerak, maupun akademisi. Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyelesaikan persoalan dalam diri sendiri.
“Kalau dalam diri kita belum selesai, masih ragu-ragu, tidak akan bisa maju,” ujarnya. Agustina menilai PDI Perjuangan telah memberikan ruang besar bagi perempuan untuk menduduki posisi kepemimpinan.
Ia pun berpesan, perempuan yang menjadi pemimpin harus memperhatikan isu-isu strategis, seperti pemberdayaan anak, pendidikan, kesehatan, dan pangan. “Fokus saya sebagai wali kota adalah menyelesaikan hal-hal tersebut, karena dapat mendorong kemajuan perekonomian dan kualitas sumber daya manusia,” ucapnya.
Dialog Perempuan ini menghadirkan empat narasumber. Ada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak Bintang Puspayoga, tokoh wanita inspiratif Anne Avantie, serta pelaku UMKM perempuan Kota Semarang, Syanaz Nadya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....