Musrenbang Jateng Kebanjiran Usulan, Nilainya Tembus Rp37,8 Triliun

  • 28 Apr 2026 15:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima lonjakan usulan pembangunan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2027. Total 37.054 usulan masuk dengan nilai fantastis mencapai Rp37,8 triliun.

Besarnya angka tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan pembangunan di berbagai daerah. Mayoritas usulan datang dari tingkat desa hingga kabupaten/kota.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyebut sektor infrastruktur desa menjadi yang paling dominan dengan nilai mencapai Rp13,1 triliun. Disusul kebutuhan sarana prasarana kabupaten/kota yang mencapai Rp12,5 triliun.

"Usulan terbanyak berasal dari bantuan keuangan pemerintah desa untuk infrastruktur, mencapai lebih dari 23 ribu usulan,” ujarnya dalam forum Musrenbang di Gedung Gradika Bhakti Praja, Semarang, Selasa, 28 April 2026.

Selain itu, permintaan juga mengalir pada hibah dan pengembangan sarana prasarana daerah. Sektor pendidikan turut menjadi bagian dari prioritas usulan yang diajukan.

Sumarno menegaskan keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam mengakomodasi seluruh usulan. Pemerintah harus menetapkan skala prioritas agar program tetap tepat sasaran.

Menurutnya, banyaknya usulan justru menjadi ujian dalam menyelaraskan kebutuhan daerah dengan arah pembangunan. Sinkronisasi ini penting agar kebijakan tetap efektif dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 masih bersifat dinamis. Pemerintah masih membuka ruang bagi masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Rancangan ini belum final dan masih membutuhkan penyempurnaan. Masukan publik menjadi kunci agar program benar-benar sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan Musrenbang harus menghasilkan dampak nyata. Forum ini tidak boleh sekadar menjadi agenda rutin tahunan.

Ia menyebut seluruh aspirasi akan menjadi dasar penentuan arah pembangunan 2027. Namun demikian, pemerintah telah menetapkan fokus pada sektor pariwisata dan ekonomi syariah.

Menurutnya, konsep pariwisata ke depan akan dikembangkan sebagai bagian dari industri. Bahkan kawasan industri dapat diintegrasikan sebagai bagian dari daya tarik wisata.

"Pariwisata itu adalah industri. Ke depan, kawasan industri juga bisa menjadi bagian dari pengembangan pariwisata untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.

Dalam kesempatan itu, Musrenbang juga melibatkan berbagai kelompok, mulai dari kepala daerah hingga forum anak dan disabilitas turut memberikan masukan. Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan perencanaan pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....