Gandeng Baznas dan Rumah Zakat, BKKBN Bedah Rumah Keluarga Risiko Stunting

  • 27 Apr 2026 11:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID Pemalang- Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, meninjau langsung kondisi keluarga risiko stunting (KRS) di Desa Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Dalam kunjungan tersebut, Wihaji menggandeng Baznas dan Rumah Zakat untuk menyerahkan langsung bantuan Bedah Rumah.

Wihaji menyisir pemukiman warga dengan mengendarai sepeda motor operasional penyuluh Keluarga Berencana (KB). Ia mengaku ingin merasakan langsung beban kerja para penyuluh di lapangan yang setiap hari harus menembus pelosok demi mengedukasi masyarakat.

Wihaji menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat harus dibuktikan dengan akurasi bantuan. Menurutnya, perbaikan rumah bukan sekadar urusan fisik bangunan, melainkan langkah krusial untuk memutus mata rantai stunting yang seringkali dipicu oleh buruknya sanitasi dan ketiadaan air bersih.

"Kita bangunkan rumah agar layak huni, jambannya juga kita perbaiki. Aliran sanitasinya kita buat standar agar asupan gizi yang diberikan tidak terbuang sia-sia karena faktor lingkungan yang kotor," ujar Wihaji dalam siaran pers, Senin, 27 April 2026.

Ia juga menyampaikan, Data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024 menunjukkan prevalensi stunting nasional berada di angka 19,8 persen, sedangkan Kabupaten Pemalang mencatatkan angka 15,4 persen. Meski berada di bawah rata-rata nasional, Wihaji mengingatkan jajaran daerah untuk tidak lengah karena tantangan edukasi pernikahan dini masih cukup tinggi.

“Untuk mempercepat penurunan angka tersebut, Kementerian Kependudukan mengandalkan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting(Genting). Program ini dirancang sebagai gerakan mandiri yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari BUMN hingga individu, untuk mengintervensi satu juta anak yang masuk kategori keluarga risiko stunting,” ujarnya.

Wihaji menjelaskan, Program Genting sengaja tidak menggunakan dana APBN agar lebih fleksibel dan partisipatif. Terdapat empat menu utama dalam program ini, yakni pemenuhan nutrisi, penyediaan air bersih, bedah rumah layak huni, serta edukasi berkelanjutan bagi orang tua.

Menutup rangkaian kegiatannya, Wihaji bersama Bank Jateng juga menyerahkan bantuan pembuatan jamban secara simbolis kepada sejumlah keluarga di Balai Desa Bantarbolang. Langkah ini menjadi bagian dari fokus kerja tahun 2026 yang akan lebih menitikberatkan pada aspek infrastruktur sanitasi di tingkat keluarga. (rel)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....