Hasilkan Sapi Premium, Peternak Purworejo Gunakan Pakan Limbah Pertanian

  • 25 Apr 2026 19:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Peternakan sapi di Kabupaten Purworejo mampu menghasilkan sapi premium dengan memanfaatkan pakan dari limbah pertanian lokal. Model ini dinilai efektif sekaligus efisien dalam meningkatkan kualitas ternak secara berkelanjutan.

Peternakan Berkah Setia Farm yang dikelola Setyo Hermawan sejak 2016 menjadi contoh keberhasilan tersebut. Berawal dari dua ekor sapi, kini berkembang menjadi ratusan ekor dengan sistem pengelolaan modern berbasis teknologi.

Pengelolaan dilakukan dengan konsep kandang bersih, penggemukan terarah, serta peningkatan kualitas genetik. Selain itu, penggunaan pakan hasil olahan limbah pertanian lokal menjadi kunci utama efisiensi dan kualitas pertumbuhan sapi.

"Awalnya cuma dua ekor. Kami pakai metode pengelolaan modern, pakan komposisi sendiri," ujar Setyo saat dikunjungi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Sabtu, 25 April 2026.

Setyo menjelaskan, manajemen pakan yang intensif membuat pertumbuhan sapi lebih optimal. Hasilnya, sapi yang dihasilkan berukuran besar dan masuk segmen premium, khususnya untuk kontes dan kurban kelas atas.

Jenis sapi yang dikembangkan didominasi sapi Peranakan Ongole (PO) atau sapi lokal unggulan. Bibit yang digunakan berasal dari sapi PO Kebumen atau dikenal sebagai Majapahitan yang memiliki nilai jual tinggi.

Untuk pemasaran, peternakan ini memanfaatkan media sosial agar jangkauan pasar lebih luas. Strategi tersebut terbukti efektif dalam menarik konsumen dari berbagai daerah.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai praktik di Berkah Setia Farm layak menjadi percontohan bagi peternak lain. Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan potensi besar sektor peternakan jika dikelola secara modern dan inovatif.

"Mas Hermawan ini contoh bagaimana anak muda bisa berkreasi, bekerja keras, berinovasi dan bisa menghasilkan sesuatu. Ini inspirasi bagi kita semua," katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menambahkan, peternakan berkualitas seperti ini penting untuk mendukung swasembada pangan. Ia mendorong agar model serupa diperbanyak guna menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung ternak nasional.

"Tahun ini roadmap (peta jalan) kita adalah swasembada pangan. Produktivitas hasil pertanian dan peternakan harus kita dorong agar bisa mencukupi kebutuhan sendiri dan daerah lain di Indonesia," katanya.

Disebutkan Gubernur, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah menyiapkan proyek Mega Farm di Kabupaten Brebes. Kehadiran peternakan modern diharapkan mampu memperkuat produksi dan kualitas ternak di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....