Pemprov Jateng Dorong Kolaborasi Pendidikan-IndustrI Lewat Tech Education Fair

  • 25 Apr 2026 13:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jateng mendorong penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri melalui penyelenggaraan Industrial Talent Education Special Program and Tech Educational Fair 2026 di Muladi Dome Undip Tembalang, Kamis 23 April 2026. Gubernur Jateng dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Ikhwan Hamzah menegaskan, kegiatan ini jadi langkah strategis menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di era global.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut baik dan mendukung penuh penguatan kerja sama antara Indonesia dan Taiwan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Taiwan, Pemerintah Indonesia, serta bersama InTech.

Menurut dia, program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pelatihan praktis berbasis industri. Pendekatan ini penting agar lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia menjelaskan, program tersebut menitikberatkan pada sejumlah aspek utama, antara lain kurikulum berbasis kebutuhan industri (industry-driven curriculum), dan pembelajaran berbasis teknologi terkini. Selain itu juga keterlibatan dunia usaha, serta peluang magang dan penempatan kerja di perusahaan internasional.

“Melalui pendekatan ini diharapkan tercipta kemitraan strategis antara dunia pendidikan dan industri. Sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi persaingan global,” kata Ikhwan.

Dia menyebut Taiwan memiliki keunggulan di bidang pendidikan vokasi, teknologi manufaktur, dan inovasi industri yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan di Indonesia. Sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan meliputi penguatan pendidikan vokasi berbasis praktik, program pertukaran mahasiswa, magang internasional, hingga kolaborasi riset di bidang teknologi dan energi terbarukan.

Selain itu, kerja sama juga dapat diwujudkan melalui kemitraan antara politeknik di Jawa Tengah dengan perguruan tinggi teknologi di Taiwan. Ada juga pelatihan tenaga vokasi oleh praktisi industri, serta pengembangan kurikulum bersama berbasis kebutuhan industri global.

Ikhwan menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung visi Jawa Tengah sebagai provinsi maju dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi talenta industri, memperluas akses pendidikan internasional bagi generasi muda, memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan industri, serta mendorong transfer teknologi dan inovasi.

“Pada akhirnya, kita ingin menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi yang terjalin dapat memberikan manfaat besar bagi pembangunan bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....