Hari Kartini, Problem KDRT dan Putus Sekolah Jadi Sorotan Pemkab Purworejo
- 22 Apr 2026 20:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo – Peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Purworejo menyoroti persoalan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan masih tingginya angka anak putus sekolah. Isu tersebut menjadi perhatian utama dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Kegiatan bertema Kartini Masa Kini: Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045 digelar di Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa, 21 April 2026. Pemerintah daerah menegaskan bahwa semangat Kartini harus diwujudkan dalam menjawab tantangan sosial yang masih terjadi.
Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, menyampaikan, perempuan masa kini harus mampu berdaya dan berkarya di berbagai sektor. “Kartini masa kini adalah perempuan yang memiliki kemampuan, kepercayaan diri, serta kesempatan yang setara, sekaligus mampu berkarya dan berkontribusi nyata di berbagai sektor,” katanya.
Ia mengungkapkan, perempuan di Purworejo kini semakin aktif sebagai pelaku pembangunan di berbagai bidang. Namun demikian, masih terdapat sejumlah persoalan yang harus diatasi bersama, termasuk pendidikan dan perlindungan perempuan.
"Dalam bidang pendidikan, tercatat masih ada 6.771 anak usia 7–18 tahun di Kabupaten Purworejo yang tidak bersekolah," ucap Bupati.
Selain itu, isu kesehatan ibu juga menjadi perhatian, dengan angka kematian ibu pada 2025 mencapai 11 kasus dan satu kasus hingga April 2026. Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemberdayaan perempuan.
“Ini menjadi perhatian serius kita bersama. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan, serta menciptakan ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk belajar, bekerja, dan berkarya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini ke-147 Kabupaten Purworejo, Heny Safaryuni Tataningsih, menegaskan peringatan Kartini bukan sekadar seremoni. Kegiatan ini menjadi momentum melanjutkan perjuangan emansipasi perempuan.
“Hari Kartini kita peringati setiap 21 April sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan RA Kartini. Harapannya, perempuan di Purworejo dapat terus berkarya dan mandiri, baik secara ekonomi maupun di berbagai bidang lainnya,” ujarnya.
Heny juga menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Purworejo. Sepanjang tahun 2025 tercatat 119 kasus, terdiri dari 50 kasus terhadap perempuan dan 59 kasus terhadap anak.
“Mayoritas kasus adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penelantaran anak. Kami terus melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi di sekolah, kegiatan parenting, serta kampanye perlindungan perempuan dan anak di berbagai forum,” katanya.
Ia menambahkan, meningkatnya laporan juga dipengaruhi oleh semakin terbukanya akses pelaporan dan meningkatnya kesadaran masyarakat. "Saya memastikan setiap laporan akan ditangani secara serius dengan menjaga kerahasiaan korban," ujarnya. (Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....