Ikan Sapu-Sapu di Kota Semarang Belum Masuk Kategori Wabah

  • 21 Apr 2026 18:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Populasi ikan sapu-sapu yang ditemukan di sejumlah sungai belum dikategorikan sebagai wabah yang harus segera dibasmi. Meski demikian, Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang Soenarto menuturkan, keberadaan itu itu tetap menjadi perhatian serius terkait potensi dampaknya terhadap ekosistem perairan.

Sebagaimana diketahui, saat ini ikan sapu-sapu di Kota Semarang banyak ditemukan di aliran sungai Jalan Ronggowarsito dan Jalan Perak atau kawasan Polder Tawang. Bahkan di lokasi terakhir, ikan tersebut sering muncul ke permukaan dengan frekuensi cukup tinggi.

Soenarto mengungkapkan, turut memantau gerakan pembasmian ikan sapu-sapu di Jakarta. Bahkan setelah adanya laporan temuan ikan di sejumlah sungai di Semarang, petugas langsung diterjunkan untuk melakukan pengecekan di lapangan.

"Tim penyuluh dan juga tim teknis kami dari bidang budidaya sudah diterjunkan untuk mengecek di lapangan. Titik-titik persebaran serta sejauh mana ikan sapu-sapu ini menjadi wabah yang berpotensi mengganggu ekosistem," katanya, Selasa 21 April 2026.

Tim yang diterjunkan, kata dia, melakukan pengecekan di Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur. Termasuk di Polder Tawang yang sebelumnya dilaporkan oleh masyarakat sebagai lokasi dengan banyak ditemukan ikan sapu-sapu.

Bahkan Tim Dinas Perikanan juga melakukan wawancara kepada para pemancing. Dari hasil kesimpulan sementara, populasi ikan sapu-sapu dinilai belum menjadi wabah yang harus segera dibasmi seperti yang terjadi di Jakarta.

"Dari hasil pengamatan dan juga beberapa interview dengan teman-teman pemancing di lapangan, tingkat populasi ikan sapu-sapu belum menjadi wabah seperti yang terjadi di Jakarta," ucapnya. Apabila populasi meningkat signifikan, ia akan melakukan penanganan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak.

Metode penangkapan pun akan disesuaikan dengan kondisi perairan di Kota Semarang. Jadi, ini harus secara keroyokan.

"Kalau di Jakarta ditangkap langsung, di Semarang mungkin harus pakai jaring dan metode lain. Nanti akan kami koordinasikan secara teknis, terutama untuk wilayah Semarang Utara," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....