Program Pijar Semar dan ASN Peduli Capai 38 Persen Bantu Pekerja Rentan
- 02 Okt 2026 20:22 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda dan Pemerintah Kota Semarang menyerahkan santunan Jaminan Kematian kepada dua ahli waris dari Aris Supriyadi dan Puji Winarsih senilai masing masing Rp 42 juta. Penyerahan secara simbolis dilakukan Sekda Kota Kota Semarang Handi Priyanto didampingi Wakil Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jateng dan DIY Dedi Darmawan di Balaikota, Jumat 2 Oktober 2026.
Alm Aris Supriyadi yang bekerja sebagai Tukang Bangunan menjadi peserta melalui program Pekerja Rentan Kota Semarang (Pijar Semar). Sedangkan Almh Puji Winarsih yang bekerja sebagai Guru Ngaji di Kelurahan Karangroto ini menjadi peserta melalui program ASN Peduli.
Sekda Kota Semarang Handi Priyanto menjelaskan kedua program tersebut merupakan satu wujud kepedulian Pemerintah Kota Semarang untuk melindungi jaminan sosial pekerja rentan. "Kalau karyawan Corporate itu kan sudah ter-cover oleh perusahaannya ya. Nah, yang tidak di-cover oleh corporate itu yang di-cover oleh program Pijar Semar dan ditambah ASN Peduli," katanya.
Handi menambahkan, saat ini partisipasi ASN dilingkungan Pemkot Semarang dalam program itu telah mencapai 38 persen. Pihaknya akan berupaya agar kedepan seluruh ASN bisa lebih banyak memunculkan rasa peduli untuk berbagi terhadap sesama.
"38% ASN Pemkot Semarang sudah berpartisipasi dan ke depan kita akan tetap berupaya sehingga seluruh ASN bisa berpartisipasi dalam dalam program ini. Sebetulnya sudah dihimbau tapi kan ini tidak bisa dipaksa ya. Kita memunculkan kepedulian dari kawan-kawan ASN supaya ada rasa peduli untuk berbagi pada sesama," ucapnya.
Wakil Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jateng dan DIY Dedi Darmawan menjelaskan dari 13.900 ASN Pemkot Semarang, yang sudah berpartisipasi di ASN Peduli ada 5.300 atau 38 persen. Pihaknya bersama Pemkot Semarang terus mendorong dan menghimbau para ASN untuk ikut melindungi pekerja rentan.
"ASN Peduli ini dari ASN yang ada di Kota Semarang 13.900 itu yang sudah berpartisipasi 5.300 artinya 38% kurang lebih ya. Nah yang selebihnya ini yang tadi seperti yang disampaikan oleh Pak Sekda dan kita akan sama-sama mendorong nanti Pak menghimbau untuk memunculkan kepedulian bagi para ASN yang ada di Kota Semarang untuk bisa melindungi pekerja rentan yang ada di sekitarnya gitu ya," ujarnya.
Novi Asroovi Ahli waris Alm Puji Winarsih mengaku santunan kematian itu akan dipergunakan untuk membiayai sekolah kedua anaknya yang duduk dibangku SMK dan berusia 8 tahun. "Ya, terima kasih banget. Saya enggak bisa ucapkan kata-kata. Nanti mau buat biaya sekolah anak masih umur 8 tahun dan SMK. Soalnya masih panjang sekolahnya,"ucapnya.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Mohamad Irfan, turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Ia berharap santunan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan hidup maupun menjadi modal untuk membuka usaha baru.
“Harapannya, santunan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh keluarga yang ditinggalkan, baik untuk menyambung kebutuhan hidup maupun sebagai modal membuka usaha baru, sehingga dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga,” ujar Irfan.
Menurutnya, pemberian santunan tersebut tidak hanya merupakan bentuk manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga menjadi wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya dari berbagai risiko sosial dan ekonomi akibat risiko ketenagakerjaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....