Koperasi Pesantren Didorong Jadi Motor Kemandirian Ekonomi Santri Jateng

  • 17 Apr 2026 20:38 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong kemandirian ekonomi santri melalui penguatan koperasi pondok pesantren. Langkah ini dinilai strategis untuk membangun kemandirian, sekaligus meningkatkan peran pesantren dalam perekonomian daerah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan teknis pemberdayaan koperasi pesantren di Auditorium Pesantren Maslakul Huda Pati, Jumat, 17 April 2026. Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 20 pondok pesantren di wilayah Pati dan sekitarnya ini menjadi sarana pembekalan keterampilan ekonomi bagi santri.

Dalam pelatihan ini, peserta difokuskan pada pengembangan usaha budidaya ikan lele. Materi tersebut dipilih sebagai salah satu peluang usaha yang mudah dikembangkan di lingkungan pesantren.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menegaskan, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga memiliki peran dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga fungsi tersebut membutuhkan fondasi kemandirian ekonomi yang kuat.

Menurutnya, pelatihan yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah ini penting untuk memperkuat kapasitas ekonomi pesantren. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kontribusi pesantren terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Harapannya ini bisa berjalan terus, dan tentu saja istiqomah," ujar dia.

Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan dijalankan secara konsisten. Dengan begitu, manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para santri dan lingkungan pesantren.

Gus Yasin juga berpesan agar santri mampu menguasai teknologi dalam mengembangkan usaha. Pemanfaatan teknologi dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha.

Selain produksi, aspek pemasaran juga menjadi perhatian dalam pelatihan ini. Santri diharapkan mampu memperluas pasar, terutama ketika terjadi kelebihan produksi.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Maslakul Huda, Abdul Ghaffar Rozon, menyampaikan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan santri. Santri didorong untuk menjadi pelaku usaha di bidang pertanian dan perikanan.

"Harapannya, para santri bersedia menjadi enterpreneur pertanian dan perikanan. Dan menjadi salah satu pondasi kemandirian, baik kemandirian personal maupun pesantren," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....