Perkuat Pengawasan Hutan, Perhutani Libatkan Koperasi dan Masyarakat
- 09 Sep 2026 08:48 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Boyolali - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa memperkuat pengawasan kawasan hutan dengan melibatkan Koperasi Produsen Wono Mulyo Makmur dan masyarakat di Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Masyarakat didorong meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan indikasi pencurian hasil hutan, perambahan, perburuan liar hingga potensi kebakaran hutan dan lahan.
Penguatan pengawasan tersebut dilakukan melalui kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama Koperasi Produsen Wono Mulyo Makmur di Desa Wonoharjo, Senin, 7 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di rumah Ketua Koperasi Produsen Wono Mulyo Makmur itu menjadi sarana koordinasi Perhutani, anggota koperasi dan masyarakat untuk menyamakan persepsi dalam menjaga keamanan serta kelestarian kawasan hutan.
Dalam kegiatan tersebut, Perhutani dan anggota koperasi membahas pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan hutan. Masyarakat juga didorong untuk segera menyampaikan laporan apabila menemukan indikasi gangguan keamanan, sehingga potensi kerusakan kawasan hutan dapat ditangani lebih awal.
Administratur KPH Telawa melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangwinong, Siswanto, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengelolaan dan perlindungan kawasan hutan. “Melalui komunikasi sosial ini, kami mengajak masyarakat dan Kelompok Tani Hutan untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dari segala bentuk gangguan, termasuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.” ujarnya.
Ketua Produsen Wono Mulyo Makmur, Pujiono, mengapresiasi upaya Perhutani yang terus melibatkan masyarakat dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Pihaknya siap mendukung seluruh program Perhutani dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.
“Sinergi yang sudah terjalin dengan baik, kami siap mendukung Perhutani melalui kegiatan pengamanan kawasan hutan bersama, penyampaian informasi apabila terdapat potensi gangguan keamanan, serta mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan. Hutan yang aman akan memberikan manfaat bagi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Pujiono.
Melalui sinergi Perhutani, koperasi produsen dan masyarakat, pengamanan kawasan hutan diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah pencurian hasil hutan, perambahan, perburuan liar serta kebakaran hutan dan lahan, sekaligus menjaga fungsi hutan agar tetap lestari dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....