Pasar Murah “Rukun” Diserbu Warga, Wujud Kebersamaan Perangi Stunting

  • 17 Apr 2026 16:34 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Pasar Murah “Rukun” Diserbu Warga, Wujud Kebersamaan Perangi Stunting
  • Angka Stunting di Kota Pekalongan

RRI.CO.ID, Pekalongan - Aksi Sosial Pasar dan Pangan Murah “Rukun" digelar Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) di kawasan Taman Slamaran Indah, Jumat 17 April 2026. Warga Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara menyambut antusias kegiatan yang sekaligus untuk memerangi angka stunting di Kelurahan Krapyak.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid turun langsung membuka kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif sosial lintas gereja. Kegiatan ini bukan sekadar pasar murah, tetapi bukti konkret kepedulian sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Ini luar biasa. BAMAGNAS menghadirkan banyak layanan, mulai dari sembako murah, pakaian gratis, potong rambut, pijat, hingga pengobatan gratis. Bahkan ada bantuan khusus untuk anak-anak stunting,” ujar wali kota yang akrab disapa Aaf.

Namun di balik euforia pasar murah, Aaf juga menyoroti persoalan mendasar yang masih menghantui wilayah tersebut, yakni angka stunting. Berdasarkan data yang dimiliki, tercatat sekitar 108 anak di Kelurahan Krapyak masih mengalami stunting angka yang menunjukkan perlunya intervensi berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat.

Ia pun menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat, khususnya ibu hamil, untuk rutin memeriksakan kesehatan. Fasilitas kesehatan seperti puskesmas telah menyediakan layanan gratis yang seharusnya dimanfaatkan secara maksimal.

“Ibu hamil minimal empat kali selama sembilan bulan harus periksa. Jangan takut ke puskesmas, karena itu gratis. Ini penting untuk mencegah stunting sejak dini,” tegasnya.

Aaf melihat kegiatan ini sebagai cerminan wajah asli Kota Pekalongan—kota yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan di tengah perbedaan. Kolaborasi lintas agama dinilai dalam BAMAGNAS menjadi contoh nyata bagaimana solidaritas sosial dapat diwujudkan tanpa sekat.

“Inilah Pekalongan. Tidak memandang perbedaan suku, agama, atau ras. Yang penting saling membantu. Kalau perlu gotong royong, kita lakukan bersama,” katanya.

Ketua DPD BAMAGNAS Kota Pekalongan, Otniel Eka Putra menjelaskan, kegiatan ini merupakan aksi sosial perdana sejak organisasi tersebut terbentuk pada Januari 2026. Seluruh kegiatan murni berasal dari gotong royong 19 gereja anggota tanpa kepentingan lain.

“Kami ingin hadir menjadi berkat bagi kota ini. Semua dilakukan bersama, dari iuran hingga pelaksanaan,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, paket sembako dijual jauh di bawah harga pasar, yakni Rp50.000 dari harga normal Rp75.000. Paket tersebut berisi beras 2,5 kilogram, minyak goreng, gula, dan mi instan. Selain itu, warga juga bisa mendapatkan telur dengan harga subsidi.

Tak hanya itu, BAMAGNAS juga memberikan perhatian khusus bagi anak-anak stunting melalui bantuan nutrisi seperti susu, telur rebus, dan bubur kacang hijau, serta layanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan umum dan cek gula darah.

Salah satu warga, Ponco Retno, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menyebut selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan dibandingkan harga di pasaran, sehingga meringankan beban ekonomi keluarga.

“Kami sangat terbantu. Dengan Rp50.000 sudah dapat banyak kebutuhan pokok. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus diadakan,” ujarnya.

Melihat tingginya animo masyarakat, kegiatan ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek bagi kebutuhan pangan murah, tetapi juga sinyal kuat bahwa kolaborasi sosial lintas elemen masih menjadi kekuatan utama dalam menjawab persoalan ekonomi dan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....