Program Desa Serbu TBC Dompet Dhuafa, Puluhan Balita Jalani Skrining Dini

  • 16 Apr 2026 20:58 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kebumen- Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui deteksi dini pada kelompok rentan. Hal ini diwujudkan lewat Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Tengah melaksanakan kegiatan penjaringan suspek TBC pada 37 balita di Kabupaten Kebumen melalui Tes Mantoux.

Bekerja sama dengan Puskesmas Pejagoan, kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Desa SERBU TBC (Serentak Berantas Tuberkulosis) yang bertujuan meningkatkan penemuan kasus TBC sejak dini, khususnya pada kelompok rentan seperti balita.

Pelaksanaan skrining diawali dengan pengukuran berat badan (BB) dan tinggi badan (TB). Selain itu, ada evaluasi status gizi oleh tim Puskesmas Pejagoan.

Selanjutnya, dilakukan Tes Mantoux sebagai metode deteksi dini infeksi TBC pada anak. Hasil pemeriksaan dijadwalkan akan dibacakan pada Jumat, 17 April 2026 oleh tim Puskesmas.

Pelaksana Program TBC LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Siti Nur Rahmah, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus diperluas agar seluruh kelompok sasaran dapat terjangkau. Ia juga berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan dan penanggulangan TBC.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Kuwayuhan dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta partisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC, sejalan dengan target eliminasi TBC di Indonesia. Salah satu pendekatan eliminasi TBC di tingkat desa adalah melalui pemberdayaan masyarakat berbasis desa," ujarnya dalam siaran pers, Kamis, 16 April 2026.

Program Desa Serbu TBC dirancang untuk meningkatkan peran aktif masyarakat, kader kesehatan, serta lintas sektor dalam upaya penemuan kasus, pendampingan pengobatan hingga sembuh (TOSS TBC), serta penguatan perilaku hidup sehat. Selain itu, diperlukan dukungan inovasi berupa tools atau aplikasi untuk memantau kepatuhan minum obat pasien TBC guna menurunkan angka putus berobat (loss to follow-up).

Kepala LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Titi Ngudiati juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam upaya eliminasi TBC. “TBC tidak bisa diberantas sendiri-sendiri," ujarnya.

Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. "Melalui Program Desa SERBU TBC, kami berharap sinergi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dan LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah dapat semakin kuat dalam menemukan kasus lebih dini dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan hingga sembuh," kata Titi.

Senada, Kepala Desa Kuwayuhan, Akhmad Mujamil Mustofa menegaskan, upaya eliminasi TBC memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. "Program Desa SERBU TBC menjadi langkah strategis dalam pemberantasan TBC di tingkat desa," katanya.

Sementara itu, dr. Septian Choirul dari Puskesmas Pejagoan menekankan pentingnya deteksi dini TBC pada balita. “TBC merupakan penyakit infeksi yang dapat berdampak pada pertumbuhan dan status gizi anak, sehingga deteksi sejak dini sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih serius,” ujarnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....