Rangkaian Hari Jadi Kota Magelang, Wali Kota Ziarah ke Makam Pendahulu

  • 15 Apr 2026 20:44 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • ziarah ke makam wali kota
  • hari Jadi ke-1120 Kota Magelang
  • TPU Potrobangsan,
  • Wali Kota Magelang

RRI.CO.ID, Magelang – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono bersama Wakil Wali Kota Sri Harso dan jajaran perangkat daerah melakukan ziarah ke makam para wali kota terdahulu. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang.

Ziarah dilakukan di sejumlah lokasi, salah satunya TPU Potrobangsan, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara. Di lokasi tersebut, rombongan berziarah ke makam Wibowo Hellie (Wali Kota Magelang periode 1956–1958) dan Argo Ismoyo (periode 1958–1965 dan 1965–1966).

Rombongan juga melanjutkan ziarah ke makam Fahriyanto (Wali Kota Magelang periode 2000–2010) di Desa Semirejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Selain itu, ziarah juga dilakukan ke sejumlah makam wali kota lainnya di luar daerah.

Sebagian rombongan yang dipimpin Wakil Wali Kota Sri Harso berziarah ke makam R. Mukahar Ronohadiwidjoyo di Taman Makam Pahlawan Prawira Reksanagoro Kota Pekalongan. Sementara rombongan lain yang dipimpin Asisten I Sekda, Catur Budi Sumarno, mengunjungi makam Moch Soebroto di Klaten dan Rudy Sukarno di Sleman.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengatakan kegiatan ini merupakan refleksi atas perjalanan panjang kepemimpinan di Kota Magelang. Ziarah juga menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para tokoh yang telah membangun kota.

“Ziarah ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan wujud penghargaan tulus kepada para pendahulu yang telah mengabdikan diri bagi kemajuan Kota Magelang. Selain itu juga untuk menjaga ingatan kolektif terhadap sejarah menjadi pijakan penting dalam merancang masa depan Kota Magelang,”kata Damar.

Menurutnya, para wali kota terdahulu tidak hanya meninggalkan pembangunan fisik. Nilai kepemimpinan seperti kesederhanaan, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat menjadi warisan yang perlu dijaga.

Sementara itu, salah satu cicit Argo Ismoyo mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai ziarah menjadi momen untuk menjaga silaturahmi sekaligus mengenang sosok pemimpin terdahulu.

“Acara semacam ini, mengobati rasa kangen dengan opa buyut, walaupun saya belum pernah berjumpa. Namun, pesan-pesan tentang beliau sebagai sosok yang baik, rendah hati, tegas, jujur, dan sederhana terus diwariskan hingga kini,” ujarnya.

Ia berharap nilai kepemimpinan tersebut dapat terus dilanjutkan oleh pemimpin saat ini. “Kami berharap di bawah kepemimpinan Pak Damar dan Pak Sri Harso dapat mewarisi yang sama. Yakni, amanah, jujur, sederhana, dan mengedepankan kepentingan rakyat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....