Partisipasi KB Pria Masih Rendah, BKKBN Jateng Dorong Peran Ayah dalam Keluarga

  • 15 Apr 2026 16:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Pemerintah Provinsi(Pemprov) Jawa Tengah terus mendorong peningkatan partisipasi keluarga berencana, termasuk dari kalangan pria. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan Program Bangga Kencana dalam membangun keluarga yang seimbang dan berkualitas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana(DP3AP2KB) Jawa Tengah, Ema Rachmawati mengatakan, keterlibatan pria dalam program KB masih relatif rendah. Hal ini terutama terlihat pada penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang seperti vasektomi.

Ema menjelaskan, kesehatan reproduksi, khususnya KB bagi laki-laki memang belum menjadi bagian dari pendidikan formal. Oleh karena itu, masih diperlukan sosialisasi untuk menyebarluaskan hal ini.

"Jadi, orang kan belajar sendiri tentang kesehatan reproduksi. Memang tantangan kita ya, begitu banyak orang yang harus disosialisasi, itu belum tersentuh semua,'" ujarnya usai Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 di Semarang, Selasa, 14 April 2026.

Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Rusman Effendi, mengatakan tingkat partisipasi KB aktif di wilayahnya telah melampaui rata-rata nasional. Namun, demikian, kontribusi pria dalam program tersebut masih perlu ditingkatkan.

“Secara umum capaian KB di Jawa Tengah sudah baik dan berada di atas rata-rata nasional. Untuk partisipasi pria, khususnya metode seperti vasektomi, masih di bawah lima persen,” ujarnya.

Menurutnya, rendahnya partisipasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk persepsi masyarakat dan kurangnya pemahaman terkait KB pria. Oleh karena itu, upaya sosialisasi terus dilakukan melalui penyuluh KB yang tersebar hingga tingkat desa.

Selain itu, penguatan peran ayah dalam keluarga juga menjadi strategi penting dalam mendorong keterlibatan pria. Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ayah dalam pengasuhan sekaligus partisipasi dalam program KB.

“Peran ayah sangat penting, tidak hanya dalam pengasuhan tetapi juga dalam mendukung program KB. Ketika ada hambatan dari pihak ibu, maka keterlibatan ayah menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan keluarga,” ujarnya.

Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan partisipasi pria dalam program KB dapat terus meningkat. Dengan demikian, pembangunan keluarga yang sehat dan berkualitas dapat terwujud secara lebih merata di seluruh wilayah Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....