Petani Ngeluh Gagal Panen, Gubernur Jateng Janjikan Bantuan Rp4,1 Miliar

  • 08 Apr 2026 22:09 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Keluhan petani mulai dari gagal panen hingga persoalan irigasi mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Menanggapi hal itu, pemerintah provinsi menjanjikan bantuan sebesar Rp4,1 miliar untuk mendukung sektor pertanian di Kabupaten Karanganyar.

Aspirasi tersebut diserap Luthfi melalui cara santai dengan berdialog langsung bersama petani di angkringan. Momen itu terjadi saat ia meninjau Embung Alastuwo di Desa Wonolepo, Kecamatan Tasikmadu, Rabu, 8 April 2026.

Menurut Luthfi, pendekatan informal membuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi lebih terbuka. Ia pun mengajak para petani berdiskusi sambil menikmati kopi agar suasana lebih cair.

Mpun, sak niki permasalahane jenengan napa, ini mumpung ada Gubernur sama Bupati,” kata Luthfi membuka dialog. Pertanyaan itu langsung disambut antusias oleh para petani dan perwakilan kelompok tani.

Selain masalah gagal panen hingga persoalan irigasi, petani juga mengeluhkan kebutuhan sumur, alat pertanian. Menanggapi hal tersebut, Luthfi pun memastikan bantuan miliaran itu akan dikucurkan pada Juni 2026.

Bantuan diberikan untuk perbaikan irigasi, pengadaan traktor, mesin pengering padi, serta bantuan benih jagung dan tebu. “Biar nanti distribusinya sama Bupati,” ujar Luthfi yang disambut ucapan terima kasih dari para petani.

Selain itu, Luthfi juga menanyakan ketersediaan pupuk bagi petani. Hasilnya, para petani mengaku jika pupuk relatif mudah diperoleh di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Luthfi mengingatkan jika Jawa Tengah memprioritaskan program swasembada pangan di tahun ini. Oleh karena itu, berbagai kebutuhan penunjang seperti infrastruktur dan sarana produksi akan terus diperkuat.

“Pemprov sudah menyiapkan pompanya, tinggal nanti bapak-bapak cari sumber airnya. Kalau ada puso atau gagal panen, ajukan asuransi ke kami nanti diteruskan ke Jasindo,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan petani dari Gapoktan Sumber Rejeki Desa Sroyo, Admin, mengapresiasi cara dialog yang dilakukan gubernur. “Bagus, memperhatikan masyarakat kecil, terutama petani, kalau petani diperhatikan, hasilnya akan optimal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....