Apindo: Pabrik Rugi Imbas Harga Biji Plastik Melonjak 100 Persen
- 07 Apr 2026 12:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Industri plastik dalam negeri tengah menghadapi tekanan menyusul lonjakan harga bahan baku biji plastik yang mencapai 100 persen per April 2026. Kenaikan drastis ini berdampak langsung pada membengkaknya biaya produksi dan harga jual produk di pasar.
Kenaikan dari sekitar Rp30.000 menjadi Rp60.000 per kilogram itu menyebabkan biaya produksi dan harga jual produk membengkak.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Frans Kongi, menyebut industri plastik menjadi sektor yang paling awal merasakan dampak. Harga bahan baku utama yang melonjak drastis membuat pelaku usaha kesulitan menjaga stabilitas produksi.
Ia menjelaskan, banyak pabrik telah terikat kontrak penjualan sebelum kenaikan harga terjadi. Saat produksi dijalankan, harga bahan baku sudah naik dua kali lipat sehingga menimbulkan kerugian besar. “Kontrak sudah diteken dengan harga lama, sementara bahan baku belum diproduksi dan kini harganya melonjak,” ujarnya, Selasa 7 April 2026.
Frans mengatakan, negosiasi ulang dengan pembeli menjadi satu-satunya jalan untuk menekan kerugian. Namun jika pembeli menolak penyesuaian harga, perusahaan harus menanggung beban kerugian secara penuh.
"Jadi ruginya luar biasa, kalau kita bisa bernego dengan pembeli, dengan buyer kita bisa bernego untuk penentuan harga baru (tidak jadi masalah), tapi kalau tidak bisa buyer tidak mau, sekarang ya, kita tanggung rugi besar itu, karena sudah teken kontrak itu," ujarnya.
Selain industri plastik, tekanan juga dirasakan sektor garmen akibat kenaikan harga polyester hingga hampir 8 persen. Dampak ini memperluas tekanan biaya produksi di berbagai lini industri.
Di sisi lain, kondisi daya beli masyarakat saat ini dinilainya cenderung melemah. Situasi tersebut berpotensi menekan permintaan dan menyebabkan penurunan volume produksi hingga mengancam keberlangsungan industri dalam negeri. “Produksi kemungkinan akan merosot karena harga terlalu tinggi dan pasar belum pulih,” jelasnya.
Apindo meminta pemerintah menjaga stabilitas pasokan bahan baku agar harga tidak semakin melonjak. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah harga produk menjadi tidak terjangkau.
Frans mengusulkan pemberian insentif berupa keringanan iuran BPJS Ketenagakerjaan. Penangguhan atau potongan iuran diharapkan dapat meringankan beban operasional perusahaan.
"Karena semua karyawan kita kita masukkan di BPJS. Tiap bulan kita harus bayar iuran yang tidak sedikit. Kita dapat potongan atau pembebasan, begitulah paling tidak, supaya ditangguhkan, sampai keadaan lebih baik begitu," usulnya.
Pelaku usaha juga berharap jika kedaan ini belum membaik dalam kurun waktu yang cukup lama, pemerintah didorong memberikan adanya insentif pajak serta dukungan modal kerja dari pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, July Emmylia mengaku belum mendapatkan laporan terkait dampak harga plastik di sektor industri tersebut. Kendati begitu, melonjaknya harga biji plastik sudah menjadi atensinya.
"Kalau keluhan secara resmi ke kami belum ada. Cuma memang kami mau sudah meng-capture itu ya, sudah meng-capture apa namanya itu kenaikan harga plastik dan seterusnya," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....