Dari Garasi ke Pasar Dunia, Naruna Ceramic Ekspor Produk Menuju 18 Negara

  • 05 Apr 2026 11:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Perjalanan usaha dari skala rumahan hingga menembus pasar global menjadi kisah inspiratif industri kreatif daerah. Hal itu ditunjukkan oleh Naruna Ceramic, produsen keramik asal Salatiga yang kini berhasil mengekspor produknya ke 18 negara.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengapresiasi capaian tersebut saat mengunjungi showroom Naruna Ceramic di Kecamatan Sidorejo, Sabtu 4 April 2026. Keberhasilan ini dinilai menjadi bukti ketangguhan pelaku UMKM dalam menembus pasar internasional.

Menurut Nawal, kualitas produk menjadi kunci utama Naruna Ceramic mampu bersaing di pasar global. Produk-produk tersebut kini telah menjangkau berbagai negara, seperti Australia, Belanda, Amerika Serikat, Jepang, hingga Arab Saudi.

Ia menyebut, ekspansi pasar masih akan terus dilakukan dengan target penambahan empat negara baru. Dengan demikian, jangkauan ekspor Naruna Ceramic diproyeksikan meningkat menjadi 22 negara.

"Naruna ini bukan sekadar keramik. Yang pertama adalah kuat di desain. Jadi, kualitas produk itu penting," kata Nawal dalam kunjungan dan dialognya dengan manajemen naruna cramic didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin.

Setiap karya tidak hanya fungsional, tetapi juga mengandung nilai filosofi yang kuat sehingga diminati pembeli mancanegara. Strategi pemasaran melalui platform digital yang adaptif juga menjadi faktor pendukung keberhasilan tersebut.

Nawal turut mengapresiasi upaya perusahaan dalam memberdayakan pelaku usaha kecil melalui program binaan. Salah satunya dilakukan melalui pengembangan di kawasan Salatiga Eco Park yang berdampak pada peningkatan kapasitas produksi.

Ia berharap model pembinaan tersebut dapat direplikasi oleh pelaku UMKM lain di Jawa Tengah. Dengan demikian, semakin banyak usaha kecil yang tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Sementara itu, CEO Naruna Ceramic, Roy Wibisono, mengungkapkan usahanya berawal dari skala kecil dengan jumlah pekerja terbatas. Kini, perusahaan telah berkembang dengan melibatkan sekitar 150 tenaga kerja di berbagai lini produksi.

Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari peralatan makan hingga pesanan khusus untuk kebutuhan bangunan dan tempat ibadah. Layanan custom tersebut menjadi salah satu keunggulan yang memperluas segmen pasar.

Dari sisi produksi, proses pembuatan keramik dilakukan melalui tahapan panjang dan detail, mulai dari pemilihan bahan baku terbaik hingga proses pembakaran untuk menghasilkan kualitas optimal. Adapun, dalam satu bulan, produksi bisa mencapai ribuan hingga puluhan ribu unit, tergantung volume pesanan.

“Jadi, rata-rata kami produksi itu bisa sampai 2.000 pcs, kadang bisa juga sampai 5.000 pcs sebulannya, tergantung di pesanan kadang bisa sampai 30.000-an pcs," beber Roy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....