Finalis Investment Challenge, Salatiga Tawarkan Tropical Wellness

  • 12 Agt 2026 03:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salaiga – Pemerintah Kota Salatiga menawarkan proyek strategis “Salatiga Geriatric Wellness and Senior Living (Tropical Wellness Village)” pada ajang Presentasi Akhir Finalis Investment Challenge di Hotel Gumaya Semarang pada Senin, 10 Agustus 2026. Proyek unggulan tersebut dipaparkan langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., sebagai peluang investasi strategis sekaligus solusi menghadapi fenomena lonjakan populasi lansia.

Robby menjelaskan, Indonesia telah memasuki fase ageing population dengan proporsi lansia nasional menembus 11,93 persen pada tahun 2025. Kondisi di Salatiga mencatat sebanyak 53,7 persen rumah tangga memiliki anggota keluarga lansia sehingga kebutuhan akan layanan kesehatan dan hunian ramah lansia menjadi sangat mendesak.

"Salatiga tidak hanya membangun fasilitas kesehatan, tetapi juga membangun masa depan," ujar Robby saat memaparkan potensi investasinya di hadapan para juri dan investor. Ia menegaskan komitmen Pemkot Salatiga untuk menghadirkan kota yang nyaman, sehat, serta bermartabat bagi seluruh warga khususnya kelompok lanjut usia.

Ia menambahkan bahwa melalui sinergi pemerintah dan dunia usaha, Salatiga optimistis mampu tumbuh menjadi pusat layanan geriatri unggulan di Indonesia. Kawasan Tropical Wellness Village ini rencananya dirancang di Desa Ngemplak, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, di atas lahan seluas ±17.658 meter persegi.

Kompleks terpadu ini terbagi menjadi dua area utama, yakni Blok A sebagai pusat layanan medis geriatri serta Blok B sebagai kawasan hunian lansia berkapasitas 300 kamar dan 20 villa. Guna mengakselerasi masuknya modal, Pemkot Salatiga menyiapkan regulasi kemudahan investasi melalui Perwali Nomor 33 Tahun 2025 yang mencakup insentif fiskal dan kemudahan izin OSS-RBA.

Paparan inovatif dari Pemkot Salatiga tersebut dinilai secara komprehensif oleh tim panelis independen dari Bank Indonesia, DPMPTSP Jateng, Bappeda Jateng, hingga akademisi Universitas Diponegoro. Respons positif juri menjadi sinyal kuat bahwa konsep ekosistem lansia berbasis pemulihan fisik dan mental ini memiliki daya tarik pasar yang tinggi.

Melalui penawaran proyek ini, Pemkot Salatiga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi para investor domestik maupun mancanegara. Masuknya investasi geriatri ini diyakini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal melalui pembukaan lapangan kerja baru dan penguatan sektor UMKM di Salatiga.

Langkah responsif ini membuktikan komitmen Kota Salatiga dalam mengolah tantangan bonus demografi lansia menjadi peluang ekonomi baru yang inklusif. Sinergi ini diharapkan semakin memperkuat posisi Salatiga sebagai kota paling sehat, inklusif, dan nyaman dihuni oleh seluruh kelompok usia. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....