Sepekan Banjir, Aktivitas Warga di Sejumlah Wilayah Kabupaten Pekalongan Lumpuh
- 04 Apr 2026 18:55 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Sepekan Banjir, Aktivitas Warga di Sejumlah Wilayah Lumpuh
- Empat wilayah terdampak
RRI.CO.ID, Pekalongan – Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi yang terjadi sepekan lalu masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan. Hingga kini, genangan air belum juga surut dan melumpuhkan aktivitas warga di Kelurahan Pasir Kraton Kramat, Desa Tegaldowo, Karangjompo, dan Mulyorejo.
Banjir bermula dari jebolnya tanggul Sungai Bremi pada Kamis lalu. Sejak kejadian tersebut, air terus menggenangi rumah warga dengan ketinggian yang bervariasi. Di sejumlah titik, ketinggian air bahkan masih belum menunjukkan tanda-tanda akan surut.
Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu. Banyak warga tidak dapat beraktivitas normal karena rumah dan lingkungan sekitar masih terendam air.
Salah satu warga Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Tohari berharap, pemerintah segera memberikan bantuan berupa pompa air. Sebab, pompa itu untuk mempercepat proses penyedotan genangan.
“Sudah sepekan ini air belum surut, kami sangat berharap ada bantuan pompa air supaya genangan bisa cepat berkurang. Selain itu, kebutuhan makan juga mulai sulit karena aktivitas warga lumpuh.” terangnya.
Selain itu, warga juga mengeluhkan mulai menipisnya persediaan logistik. Kebutuhan pangan menjadi persoalan mendesak seiring lamanya banjir yang belum kunjung surut.
Hal serupa dirasakan Eni, warga Kelurahan Pasir Kraton Kramat. Ia menyebut ketinggian air yang mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa memaksa sebagian warga meninggalkan rumah dan mengungsi di Kantor Kelurahan.
Eni menyampaikan yang telah mengungsi sejak Selasa, 31 Maret 2026, mengaku prihatin dengan kondisi rumah yang ditinggalkan, Ia juga merasa tidak nyaman harus tinggal terlalu lama di pengungsian.
“Saya terpaksa mengungsi karena air didalam rumah masih setinggi lutut. Rasanya tidak nyaman tinggal lama di pengungsian, kami berharap air segera surut dan bisa kembali ke rumah.”pungkasnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan menyeluruh dalam menangani dampak banjir. Penanganan tersebut diharapkan meliputi penyedotan air, perbaikan tanggul, serta penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....