Pemkab Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Nelayan Purworejo Tepat Sasaran
- 03 Apr 2026 05:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi bagi nelayan di Kabupaten Purworejo dipastikan tepat sasaran. Pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan terus mengawal distribusi BBM agar benar-benar dimanfaatkan oleh nelayan dan petambak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Purworejo, Wiyoto Harjono, mengatakan fasilitas pengisian BBM khusus nelayan tersedia di SPBU Jatimalang. Fasilitas tersebut berdiri di atas tanah milik pemerintah daerah dan dikelola oleh pihak swasta.
Menurutnya, BBM subsidi dengan sistem rekomendasi hanya dapat dibeli di SPBU nelayan. Hal ini dilakukan guna mencegah potensi penyalahgunaan di lapangan.
"Sepanjang tahun 2025, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Purworejo telah menerbitkan sekitar 372 rekomendasi BBM. Dari jumlah tersebut, total penyaluran solar mencapai 2.521.379 liter dan pertalite sebanyak 530.383 liter,” kata Wiyoto saat ditemui pada Kamis, 2 April 2026.
Rinciannya, nelayan menerima pertalite sebesar 260.978 liter. Sementara, petambak mendominasi penggunaan solar sebesar 2.521.379 liter, serta pertalite sebanyak 269.705 liter.
Ia menjelaskan, jumlah pemohon terdiri dari 37 nelayan dan 98 petambak. Beberapa di antaranya mengajukan rekomendasi lebih dari satu kali dalam setahun sesuai kebutuhan operasional.
"Untuk tahun 2026, proses penerbitan rekomendasi masih terus berjalan dan belum dilakukan rekapitulasi. Namun, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan tetap melakukan evaluasi berkala untuk menentukan kebutuhan riil BBM subsidi yang nantinya menjadi dasar pengajuan kuota ke Pertamina," ujar Wiyoto.
Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan juga mencatat luas tambak di wilayah pesisir selatan Purworejo mencapai sekitar 400 hektare, tetapi lahan yang aktif digunakan umumnya hanya sekitar separuhnya sehingga turut memengaruhi kebutuhan BBM. "Saya mengimbau kepada para penerima manfaat agar menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukannya dan secara bijak," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Tempat Pelelangan Ikan Pantai Dewaruci Desa Jatimalang, Warsito, mengatakan kebutuhan BBM bagi nelayan di wilayah pesisir selatan masih mencukupi. Kebutuhan tersebut digunakan untuk menunjang operasional melaut.
"Rata-rata kebutuhan BBM untuk kapal nelayan berkisar sekitar 900 liter per bulan untuk pengambilan dua hari sekali, dengan per hari 30 liter per kapal. Sementara untuk petambak, kebutuhan solar mencapai sekitar 10 liter per mesin, per hari, dan pertalite sekitar 55 liter per mesin," katanya.
Ia menambahkan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan telah beroperasi sekitar 10 tahun sejak 2016–2017. Fasilitas tersebut merupakan dukungan dari pemerintah pusat bagi nelayan.
Melalui pengawasan dan sistem rekomendasi tersebut, penyaluran BBM subsidi diharapkan tetap tepat sasaran. Upaya ini juga diharapkan mampu menunjang aktivitas ekonomi nelayan dan petambak di Kabupaten Purworejo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....