Umat Gereja Katolik Santo Mikael Pancaarga, Ikuti Prosesi Ibadah Minggu Palma,

  • 29 Mar 2026 11:24 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Minggu Palma
  • Gereja Katolik Santo Mikael Paroki Pancaarga,
  • Gereja Katolik Santo Mikael Paroki Pancaarga, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang
  • daun palma ( palem).
  • Kota Jeruslem
  • Paskah

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Ratusan umat Gereja Katolik Santo Mikael Paroki Pancaarga, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang mengikuti prosesi Minggu Palma, Minggu 29 Maret 2026. Minggu Palma merupakan rangkaian Pekan Suci menjelang Paskah ( sensara, wafat dan bangkitnya ) Yesus Kristus.

Pada prosesi itu divisualisasikan saat Yesus Kristus memasuki Kota Jerusalem dengan naik keledai . Selain itu, umat mengelu-elukan kedatangan Yesust dengan melambai-lambaikan daun palma ( palem).

“ Saat visualiasi Yesus masuk ke Kota Jerusalem dengan naik keledai, dan diperankan oleh Romo Petrus Sajiyana Pr. Namun, karena di Magelang tidak ada hewan keledai,maka keledai tersebut, maka diganti dengan hewan kuda,” kata Benekditus Arifin Tri Widiyato, Minggu (29/3/2026).

Benekditus Arifin Tri Widiyato mengatakan, arak-arakan dan visualisasi Minggu Palma tersebut dilakukan umat Katolik dari Gereja Katolik Santo Mikael Paroki Pancaarga. Selain mengenang saat Yesus Kristus masuk ke Kota Yerusalem menjelang Paskah, juga untuk memberikan nilai sejarah bagi umat Katolik, khususnya umat Gereja Katolik Santo Mikael Paroki Pancaarga.

Menurutnya, meskipun pada prosesi tersebut tidak menggunakan keledai, melainkan dengan seekor kuda tidak mengurangi khidmat ibadah tersebut. Sedangkan, penggunaan daun palem pada ibadah Minggu Palma tersebut melambangkan kemenangan, kehidupan abadi dan sukacita,

“Prosesi ini ingin memberikan sejarah khususnya anak-anak, yakni ketika Yesus hendak masuk ke Kota Jerusalem sebelum Paskah ribuan tahun silam. Yakni, Ysues masuik ke Kota Jerusalem denga naik keledai. Sedangakan daun palma melambangkan kemenangan, kehidupan abadi, sukacita, dan kedamaian,’katanya.

Dalam kotbahnya, Romo Petrus Petrus Sajiyana Pr mengatakan, saat Yesus Kristus masuk ke Kota Yerusalem menjelang Paskah tidak naik kuda, melainkan seekor keledai. Karena, hewan kedelai sebagai salah satu kendaraan untuk mengangkut barang,sedangkan kuda sebagai kendaraan prajurit untuk berperang.

“Dengan naik keledai, Yesus masuk ke Kota Jerusalemn bukan untuk bertempur tetapi untuk menunjukkan rahmat kasih-Nya. Sehingga, dengan semangat kerendahan hati-Nya, justru umat menyambut-pNya dengan suka cita,’kata Romo Petrus.

Menurutnya, dengan rasa kerendahan hati dan pengorbanan –Nya yang total menjadi keteladanan bagi hidup manusia . Dengan sengsara-Nya ,Yesus mau membukakan pintu bagi keselamatan manusia. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....