Ledakan Mercon di Purworejo, 1 Rumah Rusak dan 5 Orang Terluka

  • 21 Mar 2026 10:02 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Ledakan mercon terjadi di rumah milik Rohiman (46), warga Dusun Tanggul Angin, Desa Tasik Madu, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, pada Jumat, 20 Maret 2026. Akibat kejadian tersebut, satu rumah warga mengalami kerusakan dan lima orang terluka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Dwiyono mengungkapkan, bahwa total terdapat lima korban dalam kejadian tersebut. Satu di antaranya mengalami luka bakar cukup parah.

“Korban ada lima orang. Satu mengalami luka bakar cukup parah, sementara lainnya luka ringan,” kata AKP Dwiyono saat dikonfirmasi pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Korban luka parah diketahui bernama Muhammad Rizki Pratama (18), yang merupakan anak pemilik rumah. Sementara empat korban lainnya yakni Fatir (18), Kevin (16), Bima (15), dan Aqila (9) mengalami luka ringan.

Lebih lanjut, AKP Dwiyono mengungkapkan, bahwa para korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. "Pratama dirujuk ke RS Palang Biru Kutoarjo, sedangkan empat korban lainnya sempat dirawat di RSUD Prembun dan sebagian telah diperbolehkan rawat jalan," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan polisi, ledakan bermula saat Pratama meracik mercon berukuran sekitar 20 cm dengan diameter 3 cm di teras rumah. Saat itu, empat korban lainnya berada di lokasi dan menyaksikan proses perakitan.

"Setelah bubuk bahan peledak dimasukkan ke dalam selongsong dan dipasangi sumbu, korban menutup bagian lubang dengan cara ditekan. Namun tak lama kemudian, mercon tersebut meledak dan memicu ledakan lainnya di sekitar lokasi," ujarnya.

Ledakan keras yang terdengar hingga dua kali sempat membuat warga sekitar panik. Saksi mata, Erik (47), mengaku langsung menuju sumber suara dan mendapati korban sudah tergeletak di dekat pintu rumah.

“Saya dengar ledakan keras, langsung ke depan. Korban sudah tergeletak, warga kemudian berdatangan membantu,” ujarnya.

Warga secara spontan mengevakuasi korban dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain.

Kakek korban, Pujianto (68), yang tinggal di samping rumah, mengaku kaget saat mendengar ledakan ketika hendak beristirahat. Saat keluar rumah, ia mendapati cucunya sudah dalam kondisi terluka.

“Saya kaget ada ledakan. Ternyata cucu saya yang kena. Sudah sering dilarang main petasan, tapi tetap saja,” tuturnya.

Akibat ledakan tersebut, rumah korban mengalami kerusakan pada bagian atap teras. Kaca jendela pecah, serta lantai berlubang dengan diameter sekitar 40 cm dan kedalaman 15 cm.

Petugas dari Polres Purworejo yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti berupa selongsong dan serpihan mercon diamankan.

“Dari hasil olah TKP, kami menemukan sisa selongsong dan serpihan mercon. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ungkap AKP Dwiyono.

Pihak kepolisian juga tengah menelusuri asal bahan peledak yang digunakan dalam peristiwa tersebut. Sebelumnya, Polres Purworejo telah melakukan langkah pencegahan melalui Operasi Pekat (penyakit masyarakat) dengan menyasar peredaran bahan peledak ilegal.

“Operasi Pekat sudah kami lakukan sebagai upaya preventif, termasuk memberikan imbauan kepada masyarakat,” jelasnya. Dalam operasi tersebut, polisi bahkan telah menyita sekitar 7 kilogram bahan peledak atau obat mercon dari sejumlah lokasi.

Meski demikian, kejadian ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian untuk meningkatkan pengawasan serta penindakan terhadap peredaran bahan peledak ilegal. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak membuat, menyimpan, maupun menggunakan bahan peledak secara ilegal karena berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.(Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....