Tim Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Bakal Dibentuk Setelah Lebaran
- 17 Mar 2026 19:33 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pembentukan tim revitalisasi Pelabuhan Tanjung Mas Semarang akan dilakukan setelah Lebaran 2026 guna mempercepat penguatan sektor logistik di Jawa Tengah. Langkah ini juga dibarengi dengan rencana pengembangan dry port di Kabupaten Batang untuk mendukung kawasan industri yang terus berkembang.
Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin 16 Maret 2026. Pertemuan itu secara khusus membahas strategi penataan pelabuhan serta pembangunan fasilitas penunjang logistik di wilayah Jateng.
Muchtasyar menjelaskan, pembahasan difokuskan pada peningkatan kapasitas dan pengelolaan Pelabuhan Tanjung Mas. Selain itu, opsi pembangunan dry port menjadi salah satu solusi untuk mengurai beban distribusi logistik.
Menurutnya, pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah menuntut adanya sistem logistik yang lebih terintegrasi. Oleh karena itu, pembangunan dry port di sekitar kawasan industri dinilai sebagai peluang strategis yang harus segera direalisasikan.
Ia menegaskan, langkah konkret akan dimulai setelah Lebaran dengan membentuk tim khusus. Tim tersebut akan bertugas mempercepat pengembangan dry port sekaligus meningkatkan pengelolaan pelabuhan secara menyeluruh.
“Intinya habis Lebaran kita akan bergerak cepat, kita bentuk tim untuk mengembangkan ini. Pelabuhan juga akan kita tingkatkan pengelolaannya,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai, penguatan pelabuhan dan pembangunan dry port sangat penting untuk menunjang arus logistik dari kawasan industri di daerahnya.
Saat ini, kontribusi pengiriman kontainer dari Jawa Tengah masih relatif kecil dibandingkan Jakarta dan Surabaya. Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan kapasitas Pelabuhan Tanjung Mas dalam menampung arus logistik.
Akibatnya, banyak pengiriman barang dari kawasan industri di Jawa Tengah harus dialihkan ke pelabuhan di luar daerah. Hal ini dinilai kurang efisien dan berpotensi menghambat daya saing industri.
Luthfi menambahkan, sejumlah kawasan industri di kabupaten/kota terus berkembang dan membutuhkan dukungan infrastruktur logistik yang memadai. Jika kapasitas pelabuhan tidak mencukupi, maka pembangunan dry port menjadi solusi alternatif yang harus dipercepat.
Sebelumnya, rencana pembangunan dry port juga telah dibahas bersama PT Kereta Api Indonesia. Beberapa lokasi telah dipertimbangkan, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang dinilai strategis untuk mendukung konektivitas logistik di Jawa Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....