Tidak Ada Laut, Umat Hindu di Magelang Melaksanakan Melasti di Sumber Air Tuk Mas
- 15 Mar 2026 11:36 WIB
- Semarang
RRI.CO,ID, Kabupaten Magelang - Empat hari menjelang Hari Raya Nyepi 1948 Caka/ 2026, umat Hindu yang ada di wilayah Magelang melaksanakan melasti di sumber air Tuk Kalimas. Sumber air itu berlokasi di Dusun Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Minggu, 15 Maret 2026.
Upacara Melasti tersebut merupakan simbol diri dari para umat Hindu sebelum memasuk Hari Raya Nyepi. Biasanya Melasti tersebut dilaksanakan dengan simbol labuhan sesaji di laut.
"Namun, karena di wilayah Magelang tidak ada laut atau pantai, maka umat Hindu di Magelang melaksanakan Melasti di sumber air Tuk Mas yang ada di Dusun Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan Grabag,” kata Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia ( PHDI) Kabupaten Magelang, I Wayan Sukadana di sela-sela upacara Melasti, Minggu, 15 Maret 2026.
Wayan mengatakan, pelaksanaan Melasti di sumber air Tuk Mas tersebut tidak lepas dari sejarah peradaban Hindu di wilayah Kabupaten Magelang. Yakni, di sumber air tersebut terdapat prasasti “Tuk Mas’ yang merupakan peninggalan Pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno dari Dinasti Sanjaya yang beraliran Hindu.
“Mata air Tuk Mas ini merupakan sumber air suci. Seperti ais suci di Sungai Gangga India. Sumber air Tuk Mas ini juga dikenal dengan istilah Sungai Gangga-nya Pulau Jawa,” ujarnya.
Pembina Parisada Hindhu Dharma Indonesia Kabupaten Magelang, I Gde Suarti mengatakan, upacara Melasti yang dilaksanakan umat Hindu menjelang Hari Raya Nyepi tersebut untuk menyucikan bhuana agung ( alam semesta) dan bhuana alit ( pribadi manusia). Alam semesta haru disucikan, karena alam semesta ini merupakan sumber kehidupan.
"Tidak tertuutp kemungkinan orang-orang yang tidak bertanggungjawab pernah melakukan perbuatan yang negatif dan bertentangan dengan ajaran agama," katanya. Upacara Melasti tersebut tidak hanya menyucikan bhuana agung dan bhuana alit saja.
Menurut dia, upacara juga menyucikan pratima ( patung simbol dewa-dewi sebagau media pemujaan agama Hindu, pralingga ( patung dalam bentuk hewan suci ) dan nyasa ( penyucian batin).
Ia menambahkan, setelah upacara Melasti, umat Hindu akan melaksanakan Mecaru atau Tawur Agung. Tawur Agung atau penyucian diri dan alam semesta akan dilaksanakan sebelum pelaksanaan Catur Berata ( empat pantangan) penyepian.
Empat pantangan yang wajib dilaksanakan tersebut , yakni amati geni( berpantang menyalakan api), amati karya (menghentikan aktivitas
kerja), amati lelanguan (menghentikan kesenangan) dan amati lelungaan(berpantang berpergian). (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....